JAKARTA –
**Borneonews - Badung**, PT Pertamina (Persero) berambisi untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan energi bersih di Afrika Selatan. Negara ini tengah menjalani transisi dari penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara menuju pembangkit listrik tenaga gas (*Power Plant of Gas* atau PLTG). Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel Indonesia-Afrika Forum ke-2 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Ia menegaskan, "Kami menawarkan solusi menyeluruh dalam penyediaan gas untuk kebutuhan listrik di Afrika Selatan. Salah satu sumber gas yang kami tawarkan berasal dari Mozambik." Nicke menambahkan, meskipun Afrika Selatan mempunyai potensi besar dalam energi terbarukan, Pertamina ingin menghadirkan kerjasama yang sesuai dengan bidang keahlian dan kompetensi yang dimiliki perusahaan. Ia menilai, perusahaan ini memiliki pengalaman yang luas dalam integrasi bisnis, mulai dari sektor hulu hingga hilir, serta produksi yang meliputi pengolahan hingga industri hilir minyak bumi. Lebih lanjut, ia menyatakan, "Negara-negara di Afrika harus memiliki fokus yang kuat untuk memaksimalkan pengelolaan gas domestik sebagai pendorong pembangunan di dalam negeri." Hal ini menjadi salah satu alasan Pertamina ingin berkontribusi dalam pengembangan energi di kawasan tersebut. Dalam forum itu, Nicke juga menyebutkan kehadiran Carlos Zacarias, Menteri Sumber Daya Mineral dan Energi Mozambik. Kehadiran Zacarias menambah bobot diskusi mengenai bagaimana semangat Bandung dapat menjadi momentum untuk membuka peluang dan tantangan serta membantu negara-negara dalam mencapai status negara maju. Pertamina sendiri telah memulai ekspansi di benua Afrika selama 11 tahun, sejak tahun 2003, yang diawali dari sektor hulu industri pengoil. Nicke menjelaskan, perusahaan menemukan kesamaan dalam kondisi geografis dan lingkungan antara Afrika dan Indonesia. Saat ini, Pertamina memiliki beberapa blok operasi di sejumlah negara Afrika, termasuk Tanzania, Aljazair, Angola, Tunisia, dan Nigeria. Selain itu, terdapat juga tiga pelabuhan muat di Aljazair, Angola, dan Nigeria dengan konektivitas rute internasional yang meliputi banyak wilayah, termasuk Mesir. Nicke berharap untuk segera menerima kabar baik mengenai kerjasama dengan GDC (Kenya) dalam pengembangan blok *geothermal* yang dikerjakan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. "Kami terus mengembangkan integrasi ini secara terpadu," tutupnya. ANTARA