**Borneonews - Sukabumi**, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat menjalankan program kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat perkotaan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Program ini merupakan fase kedua dari upaya *earthquake readiness* yang diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam merespons bencana.
Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, mengungkapkan bahwa program ini akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Kota Sukabumi dipilih sebagai daerah percontohan di Indonesia untuk program ini, bersanding dengan Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Menurut Suranto, ini menjadi sebuah kebanggaan bagi mereka dan masyarakat Kota Sukabumi.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi di komunitas perkotaan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan serta keterlibatan individu dan masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas organisasi PMI.
Dalam tahap kedua ini, PMI Kota Sukabumi menargetkan untuk memperluas kemitraan dengan publik dan sektor swasta. Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung implementasi kebijakan terkait peraturan bangunan perumahan yang aman dari pengaruh gempa.
Sebagai langkah awal, pihak PMI telah melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi terkait program ini. Mereka memberikan pemaparan mengenai tujuan dan rincian program kepada berbagai instansi terkait, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah disusun dengan baik.
Program ini merupakan bagian dari amanat yang diterima PMI dari Pusat serta lembaga mitra donor, sebagai usaha untuk melanjutkan pembelajaran dari proyek *Earthquake Readiness* (EQR) tahap pertama. PMI Kota Sukabumi berkomitmen untuk menjalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya, dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan.
Koordinator Program PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad Januarianto, menambahkan bahwa salah satu inovasi utama dari fase kedua adalah pengembangan desain prototipe untuk konstruksi rumah. Desain ini bertujuan untuk membantu pemilik rumah dalam memperoleh persetujuan bangunan gedung (PBG), sehingga dapat mengurangi hambatan dan biaya terkait proses tersebut.
Dinar juga menjelaskan bahwa program ini mendukung kebijakan pemerintah terbaru. Proyek ini akan memberikan layanan teknis dan konsultasi gratis untuk mempermudah proses aplikasi PBG. Kesiapsiagaan gempa bumi ini juga mendapat dukungan dari *United States Agency for International Development* (USAID) melalui Palang Merah Amerika.
Fokus intervensi program ini akan dilaksanakan di dua kelurahan yang telah melalui proses asesmen serta kajian risiko Sesar Cimandiri. Lokasi yang ditentukan adalah Kecamatan Baros dan Kelurahan Cikundul di Kecamatan Lembursitu, yang akan menjadi area binaan dari program ini.
ANTARA
Program Kesiapsiagaan Gempa PMI Kota Sukabumi, Inovasi dan Dukungan Teknis
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Komentar (0)
Memuat komentar…







