SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Pemerintah Kota Kediri, yang terletak di Jawa Timur, telah melaksanakan program pelatihan *bakery* gratis bagi warganya. Program ini menghadirkan langsung seorang *chef baker* berpengalaman sebagai instruktur. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK), Bambang Priambodo, menyatakan bahwa pelatihan tersebut dirancang sebagai langkah strategis pemkot dalam memberikan keterampilan kerja kepada masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Ini adalah kesempatan langka; tidak setiap hari kita bisa belajar langsung dari profesional *chef baker* secara gratis. Kami berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan menyerap ilmu dari para ahli di bidang *bakery*,” ungkapnya. Pelatihan *bakery* yang merupakan angkatan keempat ini dihadiri oleh sekitar 35 peserta dan berlangsung di Balai Kelurahan Setonopande, Kota Kediri. Setiap peserta mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk apron, bahan-bahan untuk praktik, peralatan, modul pembelajaran, asuransi BPJS Ketenagakerjaan, makan siang, serta kesempatan uji kompetensi bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tanpa dipungut biaya. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa tim fasilitator dari lembaga pelatihan kerja - LPK - DB Fasa akan mendampingi peserta selama 10 hari dan telah menyiapkan materi yang relevan sehingga peserta dapat meningkatkan pengetahuan mereka di dunia *bakery*. Sementara itu, *chef baker* Hilmi dari Surabaya mengatakan bahwa dalam pelatihan ini, ia akan membagikan teknik serta resep membuat roti yang sedang populer. “Kami akan berbagi pengetahuan dan membantu peserta belajar membuat *floss roll bread* dan roti unyil. Kedua jenis roti ini sangat digemari oleh pelanggan,” ujar Hilmi. Hilmi menambahkan, melalui sesi *live baking* yang diselenggarakan, diharapkan peserta dapat memahami teknik serta metode yang benar dalam mengolah produk *bakery*. “Selain komposisi bahan yang tepat, pemahaman tentang teknik dan metode pengolahan juga sangat penting bagi seorang baker. Kami akan mempraktikkan cara tersebut secara langsung dengan peserta, sehingga mereka bisa lebih memahami melalui praktik nyata,” imbuhnya. Di samping itu, Hilmi juga menekankan pentingnya dua keterampilan dasar bagi mereka yang ingin menjadi baker profesional, yaitu kemauan untuk terus belajar dan sering mencoba hingga mencapai hasil yang optimal. “Setelah mencoba, penting untuk melakukan evaluasi terhadap hasil yang didapat, dan jangan lupa untuk selalu mencatat setiap percobaan yang dilaksanakan,” pungkasnya. ANTARA