JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya peran organisasi profesi kedokteran dalam mengatasi masalah perundungan, terutama yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dalam pernyataannya di Gedung DPR RI, Melki menegaskan bahwa para pengurus organisasi profesi kedokteran, khususnya dokter spesialis, perlu memulai langkah perbaikan diri. Ia berharap mereka dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan perubahan yang positif untuk memerangi budaya perundungan yang telah mengakar di kalangan tenaga medis. Melki menyatakan, pimpinan organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar untuk mengajak anggota lainnya bersinergi dalam menghapus perundungan di dunia kedokteran. Menurutnya, keberadaan dokter senior yang dihormati memegang peranan kunci dalam mengubah perilaku dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung. Ia juga menegaskan perlunya adanya kelompok yang berkomitmen untuk menghilangkan praktik perundungan, sehingga insiden tragis seperti kematian mahasiswi Universitas Diponegoro, dokter Aulia Risma Lestari, tidak terulang. Melki menggambarkan bahwa perundungan yang terjadi mungkin dipandang sepele, bahkan ada yang menyebutnya sebagai 'bunuh diri kelas', sehingga diperlukan upaya kolektif untuk memperbaiki situasi ini. Lebih lanjut, Melki menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam memecahkan persoalan perundungan di kalangan dokter. Ia mengusulkan agar dilakukan diskusi yang melibatkan berbagai pihak untuk menggali akar permasalahan dan merumuskan langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang lebih efektif di masa depan. Dengan demikian, melalui upaya bersama, diharapkan perilaku perundungan tidak lagi menjadi bagian dari dunia kedokteran yang seharusnya mencerminkan profesionalisme dan saling menghormati. ANTARA