**Borneonews - Jakarta**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Kementerian Sosial (Kemensos) atas kecepatan dan ketangkasan mereka dalam menangani kebutuhan para korban bencana yang berada di lokasi pengungsian.
Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan bahwa kolaborasi yang terjalin antara BNPB dan Kemensos di lapangan berlangsung dengan sangat baik. Menurutnya, Kemensos secara cepat dan sigap memberikan respon dalam penanganan pengungsi yang terkena bencana. Dalam rapat kerja yang dilaksanakan secara daring, dia menjawab pertanyaan anggota Komisi VIII DPR RI mengenai pembagian tugas antara dua institusi ini.
Suharyanto memberikan contoh konkret mengenai kesigapan Kemensos, khususnya saat mereka berpartisipasi dalam menangani kebutuhan korban akibat banjir lahar dingin dari Gunung Marapi di Sumatera Barat pada awal Mei 2024, yang melibatkan sejumlah besar korban. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat bahwa bencana tersebut menyebabkan 1.543 keluarga terpaksa mengungsi, dengan 44 orang mengalami luka-luka dan 67 orang kehilangan nyawa mereka.
Para korban tersebar di lima wilayah yang terdampak, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang. Saat ditanya mengenai pembagian anggaran untuk penanganan bencana, Suharyanto menegaskan bahwa mereka tidak merasa anggaran BNPB dimanfaatkan secara berlebihan oleh Kemensos. Sebaliknya, ia percaya bahwa pembagian yang baik seperti itu akan mempercepat penanganan bagi para korban. Dia menyebutkan anggaran yang disiapkan oleh Kemensos untuk membantu masyarakat yang terpengaruh oleh fenomena alam *El Nino* pada November - Desember 2023.
Suharyanto menekankan ketidakberpihakan dalam pembagian anggaran tersebut. Dia menekankan bahwa setiap instansi memiliki tugas dan fokus masing-masing sehingga tidak akan menimbulkan masalah dalam penanganan bencana. Yang terpenting adalah memastikan bantuan bagi korban dapat segera direalisasikan.
Dia juga berharap kerja sama yang telah terjalin antar kementerian dan lembaga dapat terus dipelihara dan diperluas. Hal ini penting, mengingat bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Hingga tanggal 30 Agustus 2024, BNPB telah merealisasikan anggaran tahun anggaran 2024 sebesar Rp1,737 triliun, yang merupakan 73,98 persen dari total anggaran sejumlah Rp2,349 triliun. Sebagian besar anggaran ini dialokasikan untuk program ketahanan bencana dengan angka mencapai Rp1,578 triliun.
Ke depan, BNPB mengusulkan pagu anggaran untuk tahun 2025 sebesar Rp1,887 triliun. Dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk penguatan mitigasi bencana senilai Rp103,250 miliar serta untuk peremajaan dan penyediaan logistik peralatan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia, yang diperkirakan membutuhkan Rp1,7 triliun.
ANTARA
BNPB Apresiasi Kemensos atas Penanganan Korban Bencana yang Cepat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







