JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkapkan bahwa pengatasi masalah perundungan yang terjadi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan komprehensif. Melki menekankan pentingnya mencari solusi yang menyeluruh untuk menghindari terulangnya kasus perundungan. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan mulai dari kampus, kemudian meluas ke lingkungan kerja di rumah sakit, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. "Strategi yang krusial adalah bagaimana kita dapat mencari penyelesaian menyeluruh agar perundungan tidak terjadi lagi di berbagai tempat," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa peran orang tua sangat vital dalam mencegah perundungan tersebut. Orang tua diharapkan tidak ragu untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya melalui saluran pengaduan yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan. "Saya rasa orang tua seharusnya berani untuk memberitahukan kejadian ini. Semua pihak dalam ekosistem pendidikan kedokteran perlu berbenah untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap masalah ini," ungkapnya. Lebih lanjut, Melki menegaskan perlunya memberikan efek jera bagi pelaku perundungan. Ia meminta agar tindakan tegas diambil, termasuk proses hukum yang ketat terhadap mereka yang terlibat. "Harus ada tindakan yang sangat jelas dan tegas untuk memproses hukum semua pelaku perundungan," ucapnya. Melki juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat di dunia PPDS. Dengan lingkungan yang kondusif, diharapkan mahasiswa kedokteran dapat menjalani pendidikan mereka dengan baik. "Kita bisa melihat contoh dari pengalaman di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan sekolah kedinasan lainnya yang berhasil mengatasi kekerasan atau *bullying* di institusi mereka," tuturnya. Ia berpendapat bahwa dosen-dosen senior tidak boleh tutup mata terhadap perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan. "Terdapat kemungkinan adanya pembiaran yang terjadi, baik dari pihak kampus maupun dari dokter-dokter PPDS muda itu sendiri. Oleh karena itu, penanganan yang komprehensif sangatlah penting," tegasnya. ANTARA