JAKARTA –
**Borneonews - Bandung**, Indonesia melalui perusahaan milik negara PT Industri Kereta Api (PT INKA) sedang berupaya untuk menjadi produsen kereta api kelas dunia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara pembukaan Konferensi CEO Kereta Api ASEAN ke-44 yang berlangsung di Bandung. Menteri Budi mengharapkan adanya peningkatan dalam kinerja PT INKA agar perusahaan ini dapat bersaing di level global. Ia menekankan pentingnya visi Indonesia Maju yang sejalan dengan perkembangan sektor perkeretaapian di tanah air. Salah satu prestasi signifikan yang dicapai dalam sektor perkeretaapian adalah beroperasinya kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama *Whoosh* sejak tahun lalu. Menurut keterangan Menteri, *Whoosh* telah menarik perhatian tidak hanya di dalam negeri tetapi juga pada level internasional, termasuk di Asia dan Eropa. Budi Karya Sumadi mengungkapkan, "Masyarakat internasional kini mengetahui keberhasilan *Whoosh* berkat kecepatan dan keandalannya.” Dalam sambutannya, ia turut menjelaskan mengenai beberapa proyek lain di sektor perkeretaapian, seperti LRT Jabodebek dan LRT Palembang, yang telah beroperasi, serta percobaan tram otonom di Ibu Kota baru, Nusantara. Dalam upaya meningkatkan sistem transportasi di Jakarta, pemerintah juga tengah memperluas jaringan transportasi masal berbasis rel (MRT), yang diharapkan dapat mendukung peningkatan mobilitas masyarakat. Tren pemanfaatan kereta sebagai moda transportasi di Indonesia pun semakin meningkat, berkat aksesibilitas dan tarif yang bersaing. Lebih lanjut, Ia meminta kepada PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kementerian juga mendorong semua pemangku kepentingan di industri perkeretaapian untuk memanfaatkan momentum ini dengan menjalin kerjasama yang lebih erat demi kemajuan bersama. Konferensi ARCEOs ini diharapkan menjadi platform penting untuk memperkenalkan inovasi dan pelayanan berkualitas dalam sektor perkeretaapian. Event ini juga ditargetkan untuk meningkatkan kerjasama antarnegara peserta dalam menciptakan ekosistem perkeretaapian yang modern, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta terfokus pada pelayanan. ANTARA