AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bermukim di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Maluku, saat ini tengah berupaya mengembangkan produk sirop dan *wine* dari buah tomi-tomi (*Flacourtia inermis, Roxb*). Buah tomi-tomi kini tergolong langka, namun masyarakat di Negeri Rutong berkomitmen untuk terus menanam dan mengolahnya. Hal ini dilakukan agar buah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, yang dikenal memiliki rasa asam, melainkan juga dapat dimanfaatkan menjadi produk dengan nilai komersial yang tinggi. Butje Telapary, salah satu pelaku UMKM setempat, menjelaskan pentingnya pengolahan buah ini. "Dari buah tomi-tomi, kami menggunakan metode fermentasi untuk menghasilkan *wine* dengan kadar alkohol satu persen. Produk ini kami kemas dalam botol," ujarnya. Untuk produk sirop, proses yang dilakukan adalah dengan mengiris buah tomi-tomi, kemudian direbus untuk diambil sari buahnya, dan ditambahkan bahan alami seperti kayu manis. Butje menambahkan, "Hasil olahan buah tomi-tomi kami, yakni *wine* memiliki rasa yang unik dan khas, sementara sirop tomi-tomi menawarkan cita rasa yang segar dan manis alami." Saat ini, produk olahan dari buah tomi-tomi dijual dengan cara terbatas. Penjualan hanya dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan, karena para pelaku usaha masih terhambat dalam proses pengurusan izin edar produk. "Kedua produk ini belum dijual secara bebas. Jika ada minat, pelanggan dapat memesan, karena kami sedang menjalani proses izin edar di BPOM," tambahnya. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin langkanya pohon tomi-tomi di Pulau Ambon. Oleh karena itu, masyarakat di Negeri Rutong berinisiatif untuk melakukan penanaman pohon tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka. "Pemerintah negeri bersama masyarakat Rutong saat ini aktif menanam pohon tomi-tomi di sekitar rumah dan hutan, agar dapat tumbuh subur dan terus dilestarikan," jelas Butje. Buah tomi-tomi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk lain, seperti campuran untuk rujak, manisan, buah kaleng, asinan, dan juga campuran untuk es buah, karena rasanya yang manis dan asam. Selain itu, mereka juga memproduksi olahan lain dari buah tomi-tomi dalam bentuk selai yang cocok untuk kue dan roti. ANTARA