JAKARTA –
**Borneonews - Kampala**, Pemimpin oposisi Uganda, Robert Kyagulanyi, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Bobi Wine, mengalami luka akibat tembakan dalam insiden bentrokan dengan pihak kepolisian di sekitar ibu kota, Kampala, pada Selasa, 3 September. Bobi Wine, seorang politisi berusia 42 tahun yang sebelumnya terkenal sebagai bintang musik pop, segera dilarikan ke Rumah Sakit Nsambya untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut partainya, National Unity Platform, ia dilaporkan "ditembak di kaki dan mengalami luka serius di Bulindo, Distrik Wakiso." Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan Bobi Wine sedang dibawa oleh dua pria, dalam keadaan yang menunjukkan ia mengalami kesakitan yang cukup signifikan. Dalam penjelasan resmi, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Bobi Wine hadir dalam sebuah acara *Thanksgiving* di distrik tersebut. Setelah itu, ia bersama rombongannya melanjutkan perjalanan dengan konvoi meskipun banyak yang memperingatkan agar tidak melakukannya. Polisi menyatakan bahwa upaya mereka untuk mengendalikan situasi terpaksa dilakukan ketika konvoi tersebut menutup jalan. Selama terjadinya bentrokan, pihak kepolisian menyebutkan bahwa Bobi Wine diduga mengalami cedera dengan klaim bahwa ia "tersandung saat hendak memasuki kendaraannya." Namun, timnya membantah pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa ia telah ditembak. Untuk memperoleh kejelasan mengenai insiden ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa investigasi akan dilakukan. Dalam latar belakang politiknya, Bobi Wine merupakan penantang serius Presiden Yoweri Museveni dalam pemilihan umum 2021 lalu. Pada pemilu tersebut, ia meraih 35 persen suara, sementara Museveni, yang telah menjabat selama puluhan tahun, memimpin dengan 59 persen suara. Pihak oposisi bahkan menuduh adanya kecurangan dan mencurigai bahwa suara mereka telah dicuri, menjadikan Bobi Wine sebagai sosok yang banyak dipandang sebagai harapan baru bagi politik oposisi di Uganda. Bobi Wine, di mata banyak pendukungnya, dianggap sebagai ancaman signifikan bagi kekuasaan Museveni yang telah berlangsung sejak tahun 1986, menandakan betapa pentingnya figur ini dalam dinamika politik Uganda saat ini. ANTARA