SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak mahasiswa untuk turut serta menjadi pengawas partisipatif sebagai upaya memperkuat pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.

Bawaslu berharap partisipasi mahasiswa ini dapat membantu mengawasi jalannya pemilihan, termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati Kotim serta gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah. 

"Kami memiliki program pengawas partisipatif yang melibatkan mahasiswa. Salah satu harapan kami adalah agar pengawasan Pilkada 2024 memiliki pasukan relawan di lapangan," kata Koordinator Pencegahan, Parmas dan Humas (Kordiv P2H) Bawaslu Kotim Salim Basyaib, Rabu, 4 Agustus 2024.

Bawaslu juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP), serta kelompok disabilitas untuk turut berperan dalam pengawasan.

Lanjutnya, dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Bawaslu dan jajaran ad hoc, pihaknya memandang pentingnya peran masyarakat dalam memastikan proses Pilkada berjalan dengan jujur dan adil.

--page

"Diharapkan adanya kesadaran masyarakat bahwa pemilihan ini perlu kita jaga dan kawal agar tidak terjadi pelanggaran," ujarnya.

Adapun potensi pelanggaran Pilkada dapat terjadi di berbagai hal seperti keterlibatan ASN dalam kampanye, pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai ketentuan, dan kampanye di luar jadwal. Oleh karena itu, Bawaslu mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa yang terlibat, untuk aktif melaporkan dugaan pelanggaran.

Mekanisme pelaporan oleh pengawas partisipatif mensyaratkan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta berdomisili di wilayah pemilihan.

"Teman-teman mahasiswa di lapangan jangan ragu untuk melaporkan dugaan pelanggaran kepada jajaran Bawaslu," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/j)