JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan Rabu pagi. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang juga terjadi di bursa saham di kawasan Asia dan global. IHSG dibuka dengan indikasi melemah sebesar 15,00 poin atau sekitar 0,54 persen, sehingga berada di angka 7.577,10. Dalam perkembangan yang sebanding, Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham terpilih, juga tercatat merosot 7,86 poin atau 0,83 persen, dengan posisi terbaru di 934,41. Menurut penilaian dari pakar keuangan Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang antara 7.500 hingga 7.650 pada hari tersebut. Prediksi tersebut mencerminkan kemungkinan tekanan yang dihadapi pasar modal domestik. Di dalam negeri, pemerintah baru saja menjalankan lelang untuk tujuh seri Surat Utang Negara (SUN). Lelang tersebut meliputi beberapa seri, antara lain SPN03241204 dan SPN12250904 (seri baru), beserta beberapa seri yang direopening seperti FR0104, FR0103, FR0098, FR0097, dan FR0102. Pada lelang tersebut, total penawaran yang masuk mencatatkan angka yang signifikan, mencapai Rp45,48 triliun, sementara total yang berhasil dimenangkan berjumlah Rp22 triliun. Di sisi lain, berita dari luar negeri menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan di Korea Selatan untuk bulan Agustus 2024 tercatat 2 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,6 persen, menjadikannya sebagai tingkat inflasi terendah sejak Maret 2021. Hasil inflasi ini juga sejajar dengan target yang ditetapkan oleh Bank Sentral Korea (BoK) untuk tahun 2024. Sementara itu, bursa saham di Amerika Serikat, khususnya Wall Street, mengalami koreksi setelah libur nasional pada awal pekan. Indeks Nasdaq mengalami penurunan signifikan sebesar 577,33 poin atau 3,26 persen, hingga mencapai level 17.137. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga saham Nvidia sebesar 9,5 persen dan Intel sebesar 8,8 persen. Salah satu faktor yang memicu respon negatif pasar adalah data terbaru mengenai *Purchasing Managers' Index* (PMI) sektor manufaktur Amerika yang mengalami kontraksi lebih dalam, turun ke level 47,9 pada bulan Agustus 2024, setelah tercatat 49,6 pada bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan adanya penyusutan dalam jumlah pesanan baru dan output produksi. Bursa saham regional di Asia juga mengalami tekanan pada pagi hari ini. Index Nikkei di Jepang turun sebesar 1.252,90 poin atau 3,24 persen, mencapai level 37.433,39. Begitu juga dengan Indeks Hang Seng yang turun 263,91 poin atau 1,50 persen, berada di angka 17.387,58. Indeks Shanghai mengalami penurunan sebanyak 15,00 poin atau 0,54 persen, sehingga berakhir di 2.787,97. Terakhir, Indeks Straits Times juga melemah, turun 55,42 poin atau 1,59 persen ke level 3.424,91. ANTARA