PADANG –
**Borneonews - Solok Selatan**, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, yang terletak di Provinsi Sumatra Barat, melaksanakan serangkaian operasi pasar, baik yang bersifat reguler maupun khusus. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan inflasi di wilayah tersebut sekaligus dalam rangka menjaga kestabilan harga barang dan mendistribusikan bantuan beras tahap III. Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyampaikan niat pemerintah dalam melaksanakan kegiatan ini di Padang Aro. Pada hari Selasa, beliau menegaskan bahwa bantuan pangan berupa beras dan pelaksanaan operasi pasar yang murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan pokok yang sering terjadi. "Diharapkan dengan bantuan ini, masyarakat yang menerima dapat merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terlebih ketika harga-harga kebutuhan tersebut mengalami lonjakan," ucapnya. Akmal Hamdi, selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Solok Selatan, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk menjaga kestabilan harga yang dilakukan dengan menggandeng daerah sekitar serta Badan Urusan Logistik (*Bulog*). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 510/434/Perindag/VII-2024 yang menginstruksikan langkah-langkah untuk mencegah inflasi yang tinggi di Sumatra Barat. Barang-barang yang dilibatkan dalam operasi pasar tersebut meliputi komoditas yang sering mengalami kenaikan harga, seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur. Operasi pasar tersebut dibagi menjadi dua tahap, dengan tahap pertama dilaksanakan pada bulan Maret 2024 menjelang Idul Fitri, yang mendistribusikan sebanyak 300 paket. Untuk tahap kedua, sebanyak 450 paket akan disalurkan sebagai kelanjutan dari kegiatan ini. Operasi ini juga diadakan di beberapa kecamatan lain, seperti Kecamatan Pauh Duo dan Kecamatan Sangir Balai Janggo. Camat Pauh Duo, Aiq Wadenko, menyebutkan bahwa total penerima bantuan pangan beras mencapai 1.458 Keluarga Penerima Manfaat (*KPM*), dengan total 450 paket yang disalurkan dalam kegiatan pasar murah ini. Setiap paket yang tersedia dalam operasi pasar murah tersebut berisi tiga kilogram beras, dua liter minyak kemasan, satu kilogram gula kemasan, dan satu tray telur. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hanya warga yang memenuhi syarat, yakni rumah tangga miskin dan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, yang berhak membeli barang dalam kegiatan operasi pasar murah ini. Pembagian untuk empat nagari yang terdapat di Kecamatan Pauh Duo meliputi, Nagari Alam Pauh Duo dengan 604 paket, Nagari Kapau Alam Pauh Duo dengan 329 paket, Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo dengan 247 paket, dan Nagari Pauh Duo Nan Batigo dengan 251 paket. ANTARA