**Borneonews - Bondowoso**, Indonesia kini tengah menarik perhatian dunia setelah menjadi salah satu lokasi kunjungan tokoh internasional, Paus Fransiskus. Kunjungan ini merupakan bagian dari perjalanan apostolik pemimpin Gereja Katolik tersebut di kawasan Asia-Oseania.
Kedatangan Paus Fransiskus bukan hanya disambut oleh umat Katolik, tetapi juga oleh umat Islam. Organisasi-organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengekspresikan rasa syukur dan antusiasme mereka terhadap kehadiran tokoh besar ini. Penyambutan yang dilaksanakan penuh semangat persaudaraan mencerminkan komitmen masyarakat dalam menjaga keberagaman.
Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan kekagumannya atas kesederhanaan yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus. Beliau memilih menggunakan pesawat komersial serta menginap di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta alih-alih memilih hotel mewah. Keputusan ini dianggap mencerminkan karakter kepemimpinan yang egaliter.
Di sisi lain, Ketua Umum Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Paus di Bumi Bhinneka Tunggal Ika sangat berarti. Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menambahkan bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun perdamaian antarumat beragama.
Kegiatan kunjungan ini telah berhasil menarik perhatian masyarakat global. Indonesia menunjukkan diri sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar, sekaligus menampilkan wajah toleransi yang tinggi terhadap pemeluk agama lain. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meyakini bahwa kunjungan ini juga akan menjadi sarana iklan gratis untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Selama berada di Indonesia, Paus Fransiskus akan dijamu oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Selain itu, beliau juga dijadwalkan untuk menghadiri acara dialog antariman di Masjid Istiqlal. Di sana, Paus dan rombongan akan meninjau "terowongan silaturahmi" yang menghubungkan masjid dengan Gereja Katedral. Terowongan ini, yang selesai dibangun pada tahun 2021, menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kehadiran Paus di masjid tersebut menyiratkan makna yang lebih dalam, yaitu perlunya menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah perbedaan keyakinan. Konsep *bhinneka tunggal ika*, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, bukan hanya sekadar slogan sosial, melainkan sebuah praktik hidup yang terus dijalankan oleh bangsa ini.
Indonesia telah menunjukkan bahwa kerukunan dan persatuan merupakan bagian dari identitas bangsa yang diwariskan oleh para leluhur. Bangsa ini telah mampu memberikan teladan bagi dunia dalam hal kebersamaan, meskipun beragam suku, budaya, dan agama yang ada.
Penyambutan dan penghormatan terhadap Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal mengingatkan kita akan kisah Nabi Muhammad SAW yang memperlihatkan sikap jelas dalam menghormati umat beragama lain. Dalam salah satu riwayat, Nabi Muhammad mengizinkan sekelompok Kristen menggelar ibadah di dalam Masjid Nabawi, menegaskan nilai penghormatan terhadap perbedaan.
Sikap hormat tersebut juga tercermin saat Nabi Muhammad berdiri untuk menghormati jenazah seorang Yahudi yang lewat, menunjukkan bahwa setiap manusia harus dihormati, apapun latar belakang agamanya.
Penyambutan yang hangat terhadap kunjungan Paus Fransiskus sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang mengedepankan *rahmatan lil alamin*, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam. Kunjungan ini mencerminkan harapan untuk memperkuat dialog antaragama guna menciptakan perdamaian di dunia.
ANTARA
Kunjungan Paus Fransiskus diIndonesia, Memperkuat Toleransi Antaragama
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Komentar (0)
Memuat komentar…







