JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Pemerintah Kabupaten Jayapura bermitra dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk meningkatkan harmonisasi sosial di wilayahnya. Kerja sama ini juga melibatkan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua dengan tujuan mencegah terjadinya konflik sosial di daerah tersebut. Dalam pernyataannya di Sentani, Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, menekankan pentingnya harmonisasi sosial sebagai langkah awal dalam menciptakan kesiapsiagaan terhadap bencana sosial. Kesiapsiagaan ini diperlukan untuk menjaga kerukunan di antara masyarakat setempat. Sebagai langkah awal, pendampingan dalam menghadapi potensi bencana konflik sosial akan dilakukan di tiga distrik, yaitu Distrik Sentani, Sentani Timur, dan Ebungfauw. Upaya ini bertujuan untuk membangun tanggung jawab bersama dalam mempromosikan pembangunan kerukunan di daerah tersebut. "Cita-cita kami adalah mencegah terjadinya konflik kekerasan serta menawarkan penyelesaian bagi konflik yang mungkin muncul dalam bentuk horizontal di Kabupaten Jayapura," ungkapnya. Penjabat Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan rencana kontingensi untuk konflik sosial yang telah diajukan di ketiga distrik tersebut, sehingga rencana tersebut dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat. Dia berharap agar kesiapsiagaan dalam menghadapi konflik sosial didukung oleh seluruh pihak agar pada saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, Kabupaten Jayapura dapat tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. Semuel menegaskan bahwa dengan menjaga komunikasi yang efektif antara berbagai suku, agama, dan ras, potensi konflik sosial dapat diminimalisir. Dia mengajak semua pihak, terutama tokoh-tokoh agama, masyarakat adat, pemuda, dan perempuan, untuk saling menghargai dan berkomunikasi demi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayapura tetap aman. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan Pilkada 2024. ANTARA