JAKARTA –
**Borneonews - Nusa Dua, Bali**, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Afrika Selatan mengambil langkah proaktif dalam menjajaki kerja sama di bidang perfilman dan spa. Hal ini dilakukan melalui pengajuan dua dokumen pernyataan minat yang disampaikan dalam Forum Indonesia-Afrika yang kedua, yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Dalam pernyataan resminya, Konsul Jenderal Republik Indonesia menyampaikan pentingnya kolaborasi ini, terutama antara *Asia Africa Film & TV*, serta kerja sama antara Indonesia dan pihak Ayu Spa yang berambisi untuk memperluas usaha mereka. Penandatanganan kerja sama ini terwujud dalam acara yang berlangsung pada Selasa. Konsul Jenderal menjelaskan, ketertarikan untuk bekerja sama dalam pembuatan film merupakan hasil dari penjajakan yang telah dilakukan. Film yang direncanakan mengisahkan tentang cinta yang terbangun di latar belakang tragedi tsunami di Aceh tahun 2004, serta menggambarkan hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Dalam kesempatan ini, pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut menawarkan keahlian dan bantuan untuk mendukung rumah produksi Indonesia. Harapannya, kedepannya akan ada kolaborasi yang lebih mendalam antara kedua belah pihak dalam pembuatan film atau konten bersama. Film yang dihasilkan dari kerjasama ini akan menjadi karya sinema pertama yang lahir dari kolaborasi antara Indonesia dan mitra dari Afrika. Sementara itu, Ayu Spa mengungkapkan minat untuk memperluas bisnis mereka di Indonesia setelah mereka berhasil membuka dua lokasi spa di negara tersebut. Forum Indonesia-Afrika ke-2 ini diselenggarakan bersamaan dengan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Indonesia-Afrika yang berlangsung pada 1-3 September. Dalam forum ini, berbagai kerja sama di berbagai sektor seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan menjadi fokus utama. Forum ini berhasil mencapai sejumlah kesepakatan terkait sektor industri strategis, kesehatan, dan energi baru terbarukan, dengan total nilai investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari 3,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp54,4 triliun. ANTARA