BORNEONEWS, Sampit Rencana rehab total bangunan depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi bangunan berlantai empat dan megah diakui tidak akan berpengaruh terhadap tingkat pelayanan kepada pasien kelas III, justru akan ditingkatkan.
“Tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat karena kita sudah menyiapkan bangunan khusus untuk pasien kelas tiga di bagian belakang yang berlantai tiga,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Minggu (17/7/2016).
Justru kata Supian Hadi, dengan adanya peningkatan bangunan RSUD dr Murjani menjadi banguna berlantai empat di depannya akan lebih meningkatkan pelayanan kepada semua masyarakat Kotim. Termasuk menambah tenaga dokter ahli, dan tenaga-tenaga kesehatan lainnya yang selama ini masih kekurangan.
Pemerintah daerah berencana membangun gedung baru di bagian depan. Lantai satu akan digunakan untuk ruang pelayanan, kantor, swalayan dan kafetaria. Lantai dua untuk ruang rawat jalan, sedangkan lantai tiga dan empat untuk ruang rawat inap.
Gedung baru itu akann berkapasitas sekitar 300 kamar dengan desain modern. Pemerintah daerah ingin memberi kenyamanan kepada masyarakat sehingga suasana rumah sakit terasa nyaman seperti di hotel.
Meski bangunan rumah sakit akan dibuat menjadi megah, Supian memastikan pelayanan kepada pasien tidak mampu akan ditingkatkan. Peningkatan sarana rumah sakit akan dibarengi dengan penambahan dan peningkatan ketersediaan serta kualitas tinggi tenaga kesehatan.
“Dengan peningkatan ini, harapannya pasien tidak perlu dirujuk ke luar daerah, kecuali yang benar-benar parah,” jelas Supian.
Bupati dua periode itu berharap RSUD dr Murjani Sampit menjadi rumah sakit terbesar di Kalimantan Tengah. Secara perlahan pemerintah daerah terus menambah fasilitas RSUD dr Murjani Sampit, seperti baru-baru ini manajemen rumah sakit membeli empat unit mesin cuci darah.
Namun empat unit mesin itu belum dioperasikan karena masih menunggu rekomendasi Pernefri atau Perhimpunan Nefrologi/ahli fungsi ginjal Indonesia.
Dua dokter spesialis penyakit dalam dan dua perawat sudah disiapkan untuk menangani layanan hemodialisa atau cuci darah. Layanan ini sangat dibutuhkan karena sudah banyak pasien yang membutuhkan cuci darah rutin.
Data sementara yang didapat pihak rumah sakit, saat ini setidaknya sudah ada 21 warga Kotim yang harus menjalani cuci darah rutin di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, 17 orang di RSUD Ulin Banjarmasin dan diperkirakan masih ada yang belum terdata.
Mereka terpaksa harus menjalani cuci darah ke luar daerah karena selama ini RSUD dr Murjani belum tersedia mesin cuci darah. Sangat wajar jika kini masyarakat berharap empat unit mesin cuci darah tersebut segera dioperasikan. (RAFIUDIN/m)








