**Borneonews - Surabaya**, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim), Adik Dwi Putranto, mengajak Perum LKBN ANTARA untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya *judi online*. Ia menyatakan keprihatinan atas meluasnya praktik judi ini hingga ke tingkat desa, dengan mencontohkan seorang perempuan yang kehilangan hingga Rp900 juta akibat terjerat kegiatan tersebut.
Dalam forum yang berlangsung pada Rabu di Surabaya, Adik menekankan bahwa LKBN ANTARA sebagai lembaga media memiliki tanggung jawab penting untuk menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi publik. Ia menjelaskan bahwa dengan keberadaan LKBN ANTARA di berbagai daerah, media ini dapat memainkan peran signifikan dalam menyebarluaskan informasi terkait kondisi perekonomian dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh judi online.
Lebih lanjut, Adik juga mencatat bahwa LKBN ANTARA memiliki anak perusahaan bernama PT Antara Elektronik Transaksi Pratama (ETP), yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia untuk menyelenggarakan *Electronic Trading Platform* (ETP) di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan ini merupakan sebuah langkah strategis yang menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Platform ini dirancang untuk mendukung transaksi perdagangan berbagai instrumen valuta asing dengan rupiah dan ditujukan bagi pelaku pasar di tanah air.
Adik menegaskan pentingnya menciptakan alternatif bisnis yang menarik untuk bersaing dengan judi online, terutama di lingkungan pendidikan dan komunitas. Ia percaya bahwa dengan mengembangkan inisiatif seperti PT Antara ETP, diharapkan dapat memberikan solusi bagi pelaku usaha sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh praktik judi.
PT Antara ETP menawarkan solusi yang sepenuhnya sesuai dengan regulasi Bank Indonesia terkait transaksi pasar uang dan valuta asing. Dalam konteks ini, Adik menggambarkan kerjasama antara Bloomberg dan LKBN ANTARA sebagai sebuah transformasi bisnis yang luar biasa.
Dalam acara ANTARA Business Forum, yang diselenggarakan oleh PT Antara ETP, ditekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, terutama pelaku industri ekspor-impor. Sektor ini diakui sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di regional, termasuk Jawa Timur.
Saat ini, tantangan yang dihadapi oleh industri ekspor-impor semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mengatasi masalah dan memanfaatkan peluang di era globalisasi yang penuh perubahan. PT Antara ETP, sebagai penyelenggara layanan *Electronic Trading Platform* yang telah mendapatkan lisensi resmi dari Bank Indonesia, berkomitmen untuk memberikan dukungan melalui teknologi dan layanan berkualitas tinggi.
ANTARA
Kadin Jatim Dorong Edukasi Bahaya Judi Online dan Peluang Bisnis
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
Komentar (0)
Memuat komentar…







