JAYAPURA –
**Borneonews - Biak**, Pendapatan harian para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (*UMKM*) di platform pasar digital yang diselenggarakan oleh Bank Papua Kabupaten Biak Numfor, Papua, berkisar antara Rp1 juta hingga Rp4 juta per pedagang. Pimpinan Bank Papua Cabang Biak, Prakosa Widi Nugraha, menjelaskan bahwa lebih dari 150 pelaku usaha berpartisipasi dalam pasar digital ini. Ia menyoroti bahwa pendapatan setiap pedagang bervariasi dengan angka yang mencolok, membentang dari Rp1 jutaan hingga Rp4 jutaan per hari. Widi menunjukkan bahwa jenis makanan dan minuman yang paling banyak diminati di pasar digital adalah lapak kuliner yang menawarkan berbagai hidangan khas Nusantara serta menu-menu spesial dari Papua. Selain menawarkan kuliner, pasar digital ini juga memberikan beragam hiburan dan pertunjukan musik yang menarik, sehingga menambah daya tarik bagi pengunjung. Terkait dengan pengawasan penjualan minuman beralkohol di area pasar digital, Widi menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pengawasan yang sangat ketat. Pedagang diharuskan untuk menandatangani pernyataan yang melarang penjualan minuman beralkohol sebelum mereka diperbolehkan berpartisipasi dalam pasar digital. Ia menekankan bahwa setiap pelanggaran akan mengakibatkan pengusiran dari event tersebut. Untuk menjamin keamanan selama acara berlangsung, pihaknya telah menggandeng kepolisian Polres dan TNI AU yang bertugas di lokasi pasar digital. Widi optimis bahwa selama 35 hari penyelenggaraan pasar digital yang berlangsung hingga 5 Oktober, kegiatan ini akan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Semuel, salah satu pedagang kuliner yang terlibat, menyatakan bahwa kegiatan pasar digital ini telah mampu meningkatkan pendapatan pedagang, dengan penghasilan mencapai sekitar Rp1 juta per hari. Ia berharap bahwa pasar digital yang diinisiasi oleh Bank Papua dapat lebih lanjut meningkatkan kesejahteraan keluarga para pedagang yang ikut dalam kegiatan ini. ANTARA