JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan apresiasi terhadap sikap Vatikan yang secara konsisten menyerukan perdamaian di wilayah Palestina. Penegasan tersebut juga mencakup dukungan untuk solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Dalam sambutannya pada pertemuan dengan Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik serta Kepala Negara Vatikan, Presiden Jokowi menekankan bahwa konflik dan perang yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk Palestina, telah menyebabkan lebih dari 40.000 jiwa melayang. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu. Presiden Jokowi menambahkan bahwa baik Indonesia maupun Vatikan memiliki komitmen yang kuat untuk menyebarkan semangat perdamaian dan toleransi, terutama di tengah situasi global yang semakin kacau, termasuk di Timur Tengah. Ia menyampaikan, "Perang tidak membawa keuntungan bagi siapa pun; yang muncul hanyalah penderitaan dan kesengsaraan bagi masyarakat kecil." Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan yang ketiga kalinya, setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Dalam konteks ini, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke kawasan Asia Pasifik pada bulan September 2024. Ia dijadwalkan mengunjungi empat negara, yaitu Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangka lawatan ini, dengan jadwal yang telah ditetapkan dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Perjalanan ini akan berlangsung selama 11 hari, dimulai pada tanggal 3 hingga 13 September 2024, dan menjadi lawatan terpanjang yang pernah dilakukan oleh Bapa Suci berusia 87 tahun tersebut dalam satu dekade masa kepemimpinannya. Keputusan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi tidak terlepas dari fakta bahwa di negara yang memiliki populasi sekitar 279 juta jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam, terdapat sekitar 20,5 juta pemeluk Kristen, di mana 8,5 juta di antaranya merupakan umat Katolik. ANTARA