**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa penting bagi Indonesia untuk membentuk Angkatan Siber. Langkah ini dianggap krusial dalam upaya memperkuat pertahanan negara, terutama di era digital yang semakin kompleks ini.
Hadi menjelaskan bahwa kecanggihan pertahanan dan keamanan saat ini tidak lagi hanya bergantung pada alat-alat militer tradisional seperti pesawat tempur, kapal perang, dan tank. Sebagai alternatif, ancaman yang dihadapi saat ini telah meluas hingga ranah *cyber warfare* atau perang siber. Dalam konteks ini, Hadi menekankan pentingnya penguatan di bidang teknologi dan informasi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi serangan siber yang berasal dari luar negeri.
Diungkapkan pula bahwa serangan siber dapat memengaruhi berbagai aspek, mulai dari penyebaran informasi yang menyesatkan hingga upaya peretasan terhadap sistem strategis pemerintahan. "Perang siber itu memerlukan media informasi untuk membangun opini masyarakat. Sehingga, kita perlu memahami bahwa perang siber adalah perang pikiran, di mana kita berusaha memengaruhi cara berpikir masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu," kata Hadi.
Meski saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memiliki satuan khusus yang menangani bidang siber, Hadi menekankan bahwa fungsi satuan tersebut terbatas pada keamanan dan administrasi portal. Oleh karena itu, TNI bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan untuk menyusun konsep pertahanan yang lebih holistik guna menangkal serangan siber yang mungkin dilakukan oleh pihak asing.
Dalam konteks lebih luas, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, juga menggarisbawahi perlunya pembentukan matra keempat TNI berupa Angkatan Siber. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2024, Bambang menekankan bahwa keberadaan Angkatan Siber akan memberikan dukungan tambahan kepada tiga matra yang sudah ada, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Bambang menyoroti pentingnya langkah ini mengingat posisi strategis Indonesia di tengah geografi yang rawan, terutama karena berhadapan langsung dengan negara-negara dalam persemakmuran Inggris, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Pembentukan Angkatan Siber diharapkan dapat menambah daya saing dan keunggulan Indonesia di panggung internasional, di tengah ancaman yang semakin beragam dan kompleks.
ANTARA
Pentingnya Pembentukan Angkatan Siber untuk Pertahanan Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







