JAKARTA –
**Borneonews - Tangerang**, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Pol. Krishna Murti mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berhasil menangkap Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina, yang terjerat dalam daftar buronan. Penangkapan tersebut berlangsung di Tangerang. Irjen Pol. Krishna Murti menyatakan bahwa operasi penangkapan ini merupakan kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan Polresta Bandung. Ia menjelaskan bahwa upaya untuk menangkap Alice Guo juga merupakan bagian dari kerja sama dengan pemerintah Filipina. Mengenai detail penangkapan tersebut, Krishna meminta agar awak media menunggu informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan kasus ini. Dalam pernyataan yang dirilis oleh Reuters, Kementerian Kehakiman Filipina mengungkapkan bahwa Alice Guo, yang kini merupakan seorang buronan atas dugaan keterkaitan dengan sindikat kriminal asal China, telah ditangkap di Indonesia pada Selasa, 3 September. Kementerian tersebut menjelaskan bahwa pihak imigrasi telah memverifikasi bahwa Alice Guo saat ini berada di dalam tahanan Kepolisian Indonesia di Jatanras Mabes Polri. Alice Guo, yang dikenal pula dengan nama China Guo Hua Ping, menjadi buronan setelah menolak untuk menghadiri sidang penyelidikan kongres yang meneliti dugaan keterkaitannya dengan sindikat kriminal. Lembaga penegak hukum Filipina, termasuk Anti-Money Laundering Council (AMLC), bulan lalu melayangkan tuduhan pencucian uang terhadap dirinya dan 35 individu lainnya kepada Departemen Kehakiman Filipina. Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa Alice Guo dan para rekan-rekannya terlibat dalam pencucian uang dengan jumlah lebih dari 100 juta peso yang merupakan hasil dari kegiatan kriminal. Sebelumnya, pada 26 Agustus 2024, Alice Guo telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi Batam setelah berhasil melarikan diri ke Jakarta. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya penegakan hukum terhadap individu-individu yang terlibat dalam aktivitas kriminal lintas negara. ANTARA