SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menerima bantuan dua unit alat pemantau kualitas air sungai yang dikenal dengan nama Onlimo dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P3A).

"Alhamdulillah pada anggaran perubahan ini kita mendapat bantuan 2 unit alat pemantau kualitas air yang dipasang di Sungai Mentaya dan Sungai Cempaga," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer, Rabu, 4 September 2024.

Alat ini dirancang untuk memonitor parameter kualitas air secara online, sehingga memudahkan pemantauan kondisi air sungai di daerah tersebut.

Alat ini sangat penting untuk memantau kualitas air secara real-time, yang dapat diakses kapan saja melalui perangkat smartphone selama ada jaringan internet.

"Dengan adanya Onlimo, kita dapat melakukan pemantauan kualitas air sungai dengan lebih efisien dan transparan. Jika terjadi pencemaran di sungai, kita bisa langsung menelusuri dari mana asal pencemaran tersebut, apakah ada perusahaan yang terlibat, dan segera melakukan investigasi," ujarnya.

--page

Ia menambahkan, bantuan ini mencakup tidak hanya alat namun juga operator yang akan bibiayai oleh pihak KLHK untuk mengoperasikan alat tersebut.

Saat ini, alat tersebut baru diinstal di dua kecamatan karena keterbatasan anggaran dari pusat. Namun, ke depannya, pemerintah pusat berjanji akan menambah alat serupa untuk 15 kecamatan lainnya di Kotim yang belum tercover.

"Alat ini memberikan jaminan bagi investor agar merasa aman dan nyaman dalam berinvestasi, karena kualitas lingkungan dapat dipantau secara transparan," tambahnya.

Dengan hadirnya Onlimo, Pemkab Kotim berharap dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan, khususnya dalam menjaga kualitas air sungai yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di sekitar. (DEWI PATMALASARI/j)