**Borneonews - Solok**, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok yang terletak di Sumatera Barat, mengambil langkah aktif dalam melakukan sosialisasi mengenai penanganan sampah organik, khususnya jenis kulit atau sabut kelapa muda. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah.
Menurut keterangan Forget Siswanto, salah satu pengawas lingkungan hidup dari DLH Kota Solok, jumlah limbah sabut kelapa muda terus meningkat seiring dengan banyaknya pedagang yang berjualan kelapa muda di kota tersebut. Di Solok, kelapa muda bukan hanya sebagai minuman penyegar, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat setempat.
Forget menyatakan, "Sampah bisa menjadi masalah serius apabila tidak dikelola dengan baik." Dia menjelaskan bahwa limbah sabut kelapa muda menjadi salah satu isu karena banyaknya pedagang yang berjualan di berbagai sudut Kota Solok, yang mengakibatkan peningkatan volume limbah.
Untuk mengatasi hal ini, DLH Kota Solok melakukan pendataan yang cermat terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang khusus menjual kelapa muda. Tujuannya adalah untuk memahami besar sampah yang dihasilkan serta memberikan pembinaan dan sosialisasi langsung kepada para pedagang tentang cara mengolah limbah kelapa muda menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomis.
"Kami berupaya memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha kelapa muda di Solok mengenai pengolahan limbah kelapa muda, yang dapat menjadi berbagai produk bermanfaat, seperti pupuk organik," tambah Forget.
Ia juga menjelaskan tahapan dalam pembuatan pupuk dari sabut kelapa muda. Proses awalnya adalah mencacah sabut kelapa yang akan diolah menjadi *cocopeat*, yaitu serbuk dari sabut kelapa yang merupakan media tanam yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.
*Cocopeat*, yang juga dikenal sebagai *coco coir* atau *coco fiber*, merupakan hasil pengeringan dari serat sabut kelapa. Salah satu keunggulan dari *cocopeat* adalah kemampuannya dalam menyerap air yang tinggi, memungkinkan air tersimpan dalam jangka waktu lama. Selain itu, *cocopeat* memiliki pori-pori yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara yang baik dan masuknya sinar matahari.
Salah satu keuntungan dari penggunaan *cocopeat* adalah dapat diterapkan dalam budidaya berbagai jenis tanaman, terutama yang dilakukan dengan cara hidroponik. Di dalam *cocopeat* terdapat enzim yang dihasilkan oleh jamur, yang berfungsi untuk mengurangi risiko penyakit pada media tanam.
Dengan menggunakan *cocopeat*, media tanam akan tetap gembur dan subur, yang mendukung pertumbuhan akar tanaman secara optimal sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan produktif.
Proses pengolahan limbah sabut kelapa menjadi media tanam *cocopeat* terdiri dari beberapa langkah. Pertama-tama, sabut kelapa akan digosok menggunakan alat khusus untuk memisahkan serat dan serbuk sabut. Selanjutnya, serat kasar yang tersisa akan disaring untuk memperoleh serbuk yang lebih halus.
Tahap ketiga mencakup proses fermentasi serbuk *cocopeat* untuk menghilangkan zat tanin, dimulai dengan mencuci hingga air cuciannya jernih, diikuti dengan perendaman dalam air bersih selama satu hingga dua hari. Pada tahap keempat, *cocopeat* akan dijemur hingga kering, dan pada tahap terakhir, produk *cocopeat* yang telah siap akan dikemas dalam kantong plastik serta dilengkapi stiker sebelum dijual.
Dalam praktik bercocok tanam, *cocopeat* biasa dicampurkan dengan sekam padi yang sudah tidak terpakai untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kombinasi ini tidak hanya menambah nilai ekonomi dari sabut kelapa, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan polusi lingkungan sekaligus mempercantik lingkungan sekitar.
Forget berharap bahwa data yang didapat dari pendataan ini dapat menjadi laporan ke pimpinan untuk diteruskan dengan penanganan yang lebih baik terkait pengurangan dan pemanfaatan sampah organik, khususnya dalam pengolahan limbah kulit kelapa muda, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini.
ANTARA
Upaya DLH Solok Mengolah Limbah Kelapa Muda Menjadi Pupuk Organik
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







