JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Vatikan atas upayanya yang terus menerus dalam mendukung perdamaian di Palestina, termasuk komitmennya terhadap solusi dua negara. Dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus yang berlangsung di Istana Negara Jakarta, Jokowi menyatakan, "Konflik dan perang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina, yang telah menyebabkan lebih dari 40.000 jiwa melayang." Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Presiden Jokowi menekankan bahwa baik Indonesia maupun Vatikan memiliki komitmen bersama dalam mendorong terciptanya perdamaian dan toleransi, terutama pada saat dunia tampak semakin tidak stabil dengan berbagai konflik yang melanda, termasuk di Timur Tengah. Ia pun menambahkan, "Perang tidak menguntungkan siapa pun; yang ada hanya membawa penderitaan dan kesengsaraan bagi masyarakat biasa." Paus Fransiskus sendiri sedang melaksanakan perjalanan apostolik ke kawasan Asia-Pasifik yang dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 13 September 2024. Indonesia dipercaya menjadi salah satu negara yang akan dikunjungi, dengan menjadi pemberhentian pertama dalam rangkaian perjalanannya yang juga mencakup Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura. Selama berada di Indonesia, Paus akan menghabiskan waktu dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Sebelumnya, negara ini pernah disinggahi oleh Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1970 dan 1989. Pada hari Rabu sore, 5 September, Paus Fransiskus dijadwalkan untuk bertemu dengan para uskup, imam, diaken, dan berbagai kalangan lainnya di Katedral Jakarta. Ia juga akan berinteraksi dengan pemuda Scholas Occurrentes di Graha Pemuda Senayan. Keesokan harinya, Paus akan ikut serta dalam dialog antarumat beragama di Masjid Istiqlal pada pagi hari dan bertemu dengan para penerima manfaat organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada sore harinya. Tidak kalah penting, pada hari yang sama, ia akan memimpin misa kudus besar di Stadion Gelora Bung Karno pada pukul 17.00 waktu setempat yang dihadiri oleh puluhan ribu umat Katolik. Setelah menjalani rangkaian kunjungan yang padat tersebut, Paus Fransiskus direncanakan berangkat menuju Papua Nugini pada hari Jumat, 6 September. ANTARA