YOGYAKARTA –
**Borneonews - Gunungkidul**, Dinas Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menengah serta Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang melaksanakan inisiatif untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk lokal melalui acara *Business Matching 2024*. Acara ini berlangsung di GOR Siyono dengan tujuan utama meningkatkan minat dan penggunaan produk dalam negeri. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, memberikan penjelasan terkait kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini berfungsi sebagai platform penting untuk memfasilitasi interaksi langsung antara penyedia barang atau jasa dengan para pembeli, termasuk dari berbagai instansi seperti badan dinas, perusahaan terbatas, laboratorium, puskesmas, dan lembaga lainnya. Supartono berharap bahwa dengan adanya *Business Matching* 2024, diharapkan akan terjadi transaksi yang signifikan, yang akan berkontribusi pada peningkatan penggunaan produk lokal. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor industri pengolahan dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional yang lebih luas. Lebih lanjut, Supartono menjelaskan bahwa pemerintah berupaya mendorong masyarakat untuk lebih memilih produk dalam negeri agar dapat menciptakan kemandirian ekonomi. Program yang dilaksanakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk mencintai dan memanfaatkan produk lokal. Data yang dikumpulkan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan bahwa pada tahun 2004 tercatat sekitar Rp0,35 triliun transaksi yang berhubungan dengan penyedia produk dalam negeri. Namun, realisasi tersebut masih di bawah harapan. Pada bulan Agustus 2022, nilai penyediaan barang dan jasa baru mencapai Rp30,37 miliar dengan total 253 paket yang terlibat. Dalam acara ini, Dinas Perindustrian menghadirkan 25 penyedia makanan dan minuman, dua penyedia kendaraan bermotor, tujuh penyedia komputer dan elektronik, serta berbagai penyedia lainnya. Sebagian besar dari penyedia yang terlibat sudah memiliki akun resmi untuk transaksi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, layanan konsultasi juga disediakan untuk mendukung interaksi antara penyedia dan pembeli. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar penerapan teknologi, tetapi juga merupakan perubahan pola pikir yang perlu diadopsi oleh semua pihak. Dengan adanya digitalisasi, pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai spesifikasi barang dan jasa yang akan dipesan, membuat proses lebih transparan dan mengurangi kemungkinan terjadinya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Bupati berharap bahwa semangat dan tujuan dari *Business Matching* 2024 ini dapat memotivasi berbagai pihak untuk melakukan lebih banyak transaksi dalam penggunaan produk lokal, baik dalam pengadaan pemerintah daerah maupun skala nasional. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada komitmen kolektif untuk menggunakan produk dalam negeri demi mewujudkan Gunungkidul yang lebih maju. ANTARA