**Borneonews - Sigi, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Sigi terus berkomitmen untuk memperkuat kerjasama dengan lembaga keuangan dan instansi terkait lainnya dalam upaya pengendalian inflasi di wilayah tersebut. Hal ini menjadi agenda penting, terutama dalam konteks ekonomi daerah.
Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya dalam menekan inflasi, khususnya di Kabupaten Sigi. Dalam pernyataannya di Bora, Rabu, ia mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi yang efektif sangat bergantung pada kerjasama yang solid dari semua pihak, baik di sektor kebijakan, pelaksanaan, maupun pengawasan.
Menurut Irwan Lapatta, pemerintah daerah secara aktif merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi laju inflasi yang mengkhawatirkan. Salah satu inisiatif yang diambil adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), di mana pasar murah diadakan di setiap kecamatan. Melalui program ini, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Bupati juga menambahkan bahwa penting untuk melakukan pengawasan yang cermat terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi harga kebutuhan pokok, termasuk distribusi barang dan kebijakan fiskal serta moneter. Dengan demikian, keseimbangan ekonomi di Kabupaten Sigi dapat terjaga.
"Istilahnya, kami berkomitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap perkembangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian inflasi yang berjalan dengan baik," ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sigi telah menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah. Kerjasama ini meliputi pembukaan Warung Komoditas Pangan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten (Warkop TPID), yang bertujuan untuk mengantisipasi inflasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Warkop TPID berlokasi di Pasar Tangarava, Kecamatan Marawola, dan menjual tiga komoditas utama dengan harga yang terjangkau. Harga yang ditawarkan adalah beras SPHP sebesar Rp54.500 untuk lima kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp14.000 per liter.
Saat ini, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuahkan hasil, dengan inflasi berhasil ditekan hingga mencapai angka 2,8 persen. Keberhasilan ini menjadi indikasi positif dari strategi yang telah diterapkan dalam pengendalian ekonomi di daerah.
ANTARA
Sinergi Pemkab Sigi dan Bank Indonesia Tekan Inflasi Daerah
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Komentar (0)
Memuat komentar…







