JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin tertinggi Gereja Katolik di dunia, Sri Paus Fransiskus, memberikan pernyataan yang menarik mengenai struktur keluarga di Indonesia. Dalam sebuah kesempatan berbicara di hadapan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan korps diplomatik di Istana Negara, Jakarta, Paus menekankan pentingnya keberadaan keluarga dengan tiga hingga empat anak. Ia menggambarkan fenomena tersebut sebagai contoh positif bagi negara. "Di tengah masyarakat yang beriman, ada keyakinan bahwa mereka dapat mendatangkan berkat dari Tuhan. Ketika kita melihat ada keluarga yang memiliki tiga hingga empat anak, itu adalah sebuah contoh yang baik untuk negara," ujar Paus Fransiskus dalam penyampaian pidatonya. Lebih lanjut, Paus memberi catatan bahwa banyak negara di dunia saat ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Ia mencermati fenomena di negara-negara lain di mana pasangan lebih memilih untuk memelihara hewan peliharaan ketimbang memiliki anak. "Ada sejumlah negara yang enggan untuk memiliki anak, tetapi lebih memilih untuk memiliki binatang peliharaan," jelasnya, pernyataan ini diterjemahkan oleh pendamping selama acara. Mendengar pernyataan tersebut, Presiden Joko Widodo yang duduk di samping Sri Paus terlihat tertawa lepas dan menunjukkan dukungan terhadap ungkapan tersebut dengan menundukkan kepala. Reaksi serupa terlihat dari sejumlah pejabat lainnya, termasuk Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPR RI Puan Maharani, yang juga tersenyum saat mendengarkan pesan dari Sri Paus. Kunjungan Sri Paus ke Indonesia merupakan yang ketiga kalinya dalam sejarah, setelah kedatangan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Setelah menjalani serangkaian kegiatan resmi di Istana Kepresidenan Jakarta, Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pribadi dengan anggota Serikat Jesuit di Apostolic Nunciatura, yang merupakan kantor Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. ANTARA