SEMARANG –
**Borneonews - Demak**, Pemerintah Kabupaten Demak di Jawa Tengah telah berhasil mengoperasikan 27 pos pelayanan terpadu atau posyandu yang berstatus *Integrasi Layanan Primer* (ILP). Posyandu ini dirancang untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ibu hamil, anak balita, hingga lansia. Bupati Demak, Eisti'ianah, menyatakan bahwa upaya tercapainya status ILP di semua posyandu di wilayah tersebut merupakan target yang ingin dicapai. Menurutnya, setiap desa atau kelurahan, yang jumlahnya mencapai 249, diharuskan memiliki setidaknya satu posyandu berstatus ILP. Dijelaskan lebih lanjut oleh Bupati, keberadaan Posyandu ILP sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena posyandu ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan. Layanan itu meliputi pemantauan tumbuh kembang anak dan deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan. Eisti'ianah juga menggarisbawahi bahwa Posyandu ILP tidak hanya fokus pada kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita. Melainkan, posyandu ini siap memberikan layanan untuk semua kelompok usia, termasuk anak-anak yang beranjak sekolah, remaja, individu dalam usia produktif, dan juga bagi para lansia. Program ini adalah bagian dari arahan Kementerian Kesehatan, yang menganjurkan agar setiap puskesmas di Indonesia menerapkan sistem Posyandu ILP untuk optimalisasi layanan kesehatan. Salah satu contoh posyandu yang berfungsi dengan baik adalah Posyandu Citra Siwi 2, yang terletak di RW 2, Desa Pasir. Posyandu ini berada di bawah pengawasan Puskesmas Mijen 2. Selain itu, terdapat rencana untuk menjadikan posyandu di enam rukun tetangga lainnya di Desa Pasir juga mencapai status ILP. Bupati Demak sangat optimis bahwa kehadiran Posyandu ILP ini dapat mengurangi angka kesakitan di masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan secara keseluruhan. Ia menjelaskan, percepatan dalam deteksi dini penyakit dan angka kesembuhan yang lebih tinggi akan berujung pada peningkatan harapan hidup yang sehat bagi warga. Selain itu, Eisti'ianah juga menyinggung mengenai masalah stunting di Kabupaten Demak, yang diharapkan dapat diminimalisir. Target penurunan angka stunting pada tahun 2023 ini adalah sebesar 9,5 persen. Angka ini merupakan pencapaian yang membanggakan, mengingat pada tahun sebelumnya mencapai 16 persen dan menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. ANTARA