BANDUNG –
**Borneonews - Garut**, Kepolisian Resor Garut berhasil menggagalkan peredaran ribuan botol minuman keras oplosan yang berbahaya di daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, satu orang berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Satuan Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat setempat. Setelah menerima informasi, pihak kepolisian melakukan pengintaian selama beberapa waktu sebelum akhirnya melakukan penggerebekan di lokasi yang dicurigai. Minuman keras tersebut ditemukan di sebuah gudang penyimpanan yang terletak di Perumahan Margahayu, Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu. Dari penggerebekan itu, petugas berhasil menyita sebanyak 1.100 botol yang dikemas dalam bentuk botol air mineral tanpa merek, kemudian dibungkus dengan kardus besar guna mengelabui petugas. Usep menambahkan bahwa seluruh barang bukti minuman keras oplosan telah diamankan. Satu orang yang diamankan, yang diidentifikasi dengan inisial IS, diduga terlibat dalam penjualan minuman keras tersebut. Proses pemeriksaan akan dilanjutkan untuk menggali informasi lebih dalam terkait jaringan penjualan ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, minuman keras oplosan ini direncanakan untuk diedarkan tidak hanya di seputar Kabupaten Garut, tetapi juga ke beberapa daerah lainnya di luar kota. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Dia juga mengingatkan bahwa mengonsumsi minuman keras oplosan dapat berakibat fatal bagi kesehatan manusia. Dalam setiap kemasan, minuman tersebut mengandung bahan berbahaya yang tidak jelas dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Menghadapi situasi tersebut, Usep mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minuman keras dan agar segera melaporkan kepada polisi jika mengetahui adanya penjualan minuman keras serta obat-obatan terlarang di lingkungannya. "Kami menghimbau seluruh warga Garut agar proaktif melaporkan jika ada indikasi jual beli minuman keras dan obat-obatan terlarang di sekitar mereka," tuturnya. ANTARA