JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo memperkenalkan calon penggantinya, Prabowo Subianto, kepada Paus Francis di Vatikan saat pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Rabu. Perkenalan tersebut dilakukan usai upacara penyambutan kenegaraan untuk Paus di istana. Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga memperkenalkan sejumlah anggota kabinetnya, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi, Paus Francis, yang kini berusia 87 tahun dan bernama asli Jorge Mario Bergoglio, akan melanjutkan kunjungannya dengan bertemu anggota Ordo Yesuit di Kedutaan Vatikan yang terletak di Jakarta. Selanjutnya, Paus Francis direncanakan akan bertemu dengan para uskup, imam, diakon, serta biarawan dan biarawati di Katedral Jakarta, yang juga dikenal dengan nama Gereja Maria Diangkat ke Surga. Di siang harinya, ia akan menyapa para kaum muda Katolik dari Scholas Occurrentes di Senayan. Keesokan harinya, Paus akan mengikuti dialog antaragama di Masjid Istiqlal, yang terletak di seberang Katedral Jakarta, dan kemudian bertemu dengan penerima manfaat dari organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Sekitar pukul 5 sore waktu setempat, Paus Francis akan memimpin misa suci besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Diperkirakan ribuan umat Katolik akan hadir dalam acara tersebut. Paus Francis sendiri akan berada di Indonesia hingga 6 September. Ia merupakan kepala negara Vatikan yang ketiga kalinya berkunjung ke Indonesia, setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Kunjungan ini merupakan bagian dari perjalanan apostolik Paus Francis di kawasan Asia-Pasifik yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 13 September, menjadi perjalanan terpanjang selama masa kepausannya yang sudah berlangsung selama 11 tahun. Selain Indonesia, ia juga akan mengunjungi Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura. ANTARA