JAKARTA –
**Borneonews - Budapest**, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia baru saja mengumumkan pemilihan Adhie Marhadi dari PPI Hongaria sebagai koordinator untuk periode 2024-2025. Pemilihan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara Simposium Internasional XVI yang diadakan di Budapest, Hongaria. Berdasarkan informasi resmi yang diterima, terdapat 65 PPI negara yang memiliki hak untuk memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Meski begitu, hanya 51 PPI negara yang mengirimkan surat mandat dan delegasi untuk mengikuti pemungutan suara. Dalam pemilihan ini, Adhie Marhadi bersaing dengan Zulqadri Ansar, yang mewakili PPI Jerman. Akhirnya, Adhie Marhadi berhasil meraih suara terbanyak, yakni 33 suara, yang mengantarkannya menjadi koordinator PPI Dunia. Marhadi sendiri adalah seorang dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, dan ia saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di Hungarian University of Agriculture and Life Sciences MATE. Sebelumnya, Marhadi pernah menjabat sebagai Ketua Umum PPI Hongaria serta Wakil Koordinator PPI Dunia dalam periode 2023-2024. Dalam visinya sebagai koordinator, Marhadi bertekad untuk membangun komunitas pelajar yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Ia ingin mewujudkan visi Indonesia Emas dengan memperkuat nilai-nilai akademis, sosial, dan etika di kalangan pelajar, serta mendorong mereka untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global. Marhadi menyatakan harapannya agar PPI Dunia dapat berperan dalam mendukung pelajar di seluruh dunia dalam menghadapi beragam tantangan, termasuk perbedaan budaya dan bahasa. Dengan demikian, para pelajar diharapkan dapat dengan mudah beradaptasi dengan norma-norma sosial dan budaya ketika berinteraksi dengan masyarakat setempat. Lebih lanjut, pihak PPI Dunia menekankan bahwa keberagaman kompetensi pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri merupakan aset berharga. Sumber daya manusia yang berkualitas ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan Indonesia, menuju visi Indonesia Emas pada tahun 2045. ANTARA