BORNEONEWS, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia membuat kejutan saat berlangsung presentasi tujuh finalis lomba desain maskot Kota Palangka Raya. Di tengah berlangsung penjurian finalis yang ke-empat, Riban Satia beserta Wakil Walikota Mofit Saptono Subagio datang ke tempat acara di Rumah Betang Tingang Nganderang jalan DI Panjaitan Sabtu (16/7/2016) siang.
Bersama Riban, juga pelaksana tugas (PLt) Sekda dan beberapa kepala dinas juga hadir. Mereka memang usai melakukan anjang sana ke kediaman mantan Walikota dalam rangka menyambut peringatan HUT Kota Palangka Raya ke ke-59 dan HUT Pemkot ke-51. Saat didaulat maju memberikan arahan, Riban menyebut dirinya tidak diundang.
“Sebetulnya saya tidak diundang, tetapi karena saya punya kepentingan besar untuk penciptaan maskot Kota, sehingga saya bersama Wakil dan sejumlah kepala dinas ikut hadir. Membuat maskot kota ini penting dan mendesak untuk dimiliki,” kata Riban dihadapan finalis dan juga juri.
“Saya punya impian besar untuk mendapatkan maskot Kota ini, karya dari generasi muda kita Harapan dari lomba ini kita akan dapatkan konsep dan nanti diwujudkan fisiknya,” tambah dia.
Meski lomba sudah menghasilkan konsep maskot yang akan dibangun fisiknya, Riban menegaskan tidak semerta-merta langsung diterima. Tetapi sebaliknya, ia bersama tim berikutnya akan konsultasikan kepada tokoh-tokoh Kota Palangka Raya untuk mendapatkan masukan.
Setelah mendapat restu dari tokoh masyarakat dan pendahulu Kota Palangka Raya, nantinya konsep itu hingga dibuatkan dalam satu bentuk Peraturan daerah (Perda).Namun karena proses penyusunan dan pengajuan Perda cukup lama, menurut Walikota lebih dulu dibuatkan dalam bentuk surat keputusan walikota. Pasalnya, kedepan akan menjadi ciri khas yang bisa dirupakan dalam bentuk ornamen, baju batik khas, dan seterusnya.
“Hasilnya dari tahap ini tidak langsung digunakan tetapi tetap akan dibahas lagi, untuk disempurnakan. Nanti minta masukan beberapa tokoh kita. Kalau semua elemen setuju dari desain hasil lomba ini, akan dipatenkan nantinya sebagai milik Pemkot,” kata Riban. (ROZIKIN/m)








