**Borneonews - Padang**, Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) III yang diselenggarakan di Sumatera Barat memiliki tujuan penting untuk mengantisipasi akulturasi yang terus berlangsung di dalam masyarakat. Ketua Pelaksana acara ini, KPH H. Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menggali kembali adat dan budaya yang ada, agar generasi mendatang tidak kehilangan identitas budaya mereka.
Beliau menyampaikan keprihatinannya mengenai fenomena di mana generasi muda saat ini lebih akrab dengan budaya asing dibandingkan dengan budaya yang berasal dari tanah leluhur mereka. Proses akulturasi ini, menurutnya, banyak dipengaruhi oleh kemajuan dalam bidang teknologi dan informasi. Dengan adanya teknologi, anak-anak kini dapat dengan mudah mengakses berbagai konten di dunia luar melalui perangkat gawai, yang berpotensi membuat budaya lokal semakin terpinggirkan.
Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat ketahanan adat dan budaya Nusantara. Sebelumnya, FABN II yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah, berhasil mengumpulkan 264 peserta dari kalangan raja, sultan, datu, kepala suku, dan pemangku adat di seluruh Indonesia. Acara tersebut juga berfokus pada penguatan budaya adat yang menjadi warisan bangsa.
Beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam pengenalan adat dan budaya kepada anak-anak. Selama ini, ia menilai bahwa informasi yang diterima siswa di sekolah sering kali terbatas pada sosok-sosok kerajaan tertentu, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono dan Pakubuwono. Padahal, di Indonesia terdapat lebih dari 350 kerajaan, baik besar maupun kecil, yang jarang diungkap dan diketahui oleh publik.
Yusuf menambahkan bahwa tanggung jawab untuk mempertahankan pengetahuan ini tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada institusi pendidikan. Berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat adat seperti Masyarakat Adat Nusantara (Matra), perlu berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kekayaan budaya yang dimiliki.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pendiri Matra, Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangku Alam II, juga menekankan bahwa FABN adalah salah satu kontribusi dari Matra untuk turut berperan dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di Nusantara. Mendesak perlunya kolaborasi untuk menjaga kekayaan budaya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
ANTARA
Festival Adat Budaya Nusantara, Upaya Melestarikan Identitas Bangsa
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







