BANJARMASIN –
**Borneonews - Tanah Laut**, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, telah melaksanakan kegiatan pasar murah sebanyak 53 kali dari total rencana 83 kali yang ditargetkan sepanjang tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Diskopdag, Muhammad Daud, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah yang ke-53 digelar pada Rabu pagi di halaman Kantor Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Tambang Ulang, M Aminullah. Aminullah menjelaskan bahwa keberadaan pasar murah memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan ia berharap warga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Ia menyatakan, “Semoga pelaksanaan pasar murah ini bisa membantu mengurangi pengeluaran masyarakat di tengah upaya pemulihan ekonomi yang terus digenjot pemerintah setelah pencabutan status pandemi COVID-19 setahun lalu.” Selain itu, salah satu pengunjung pasar murah, Siti Jamilah, seorang warga Desa Sungai Jelai, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan pasar murah. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jamilah mengharapkan agar pasar murah dapat dijadwalkan lebih sering dan rutin dengan harga-harga yang terjangkau. “Alhamdulillah, hari ini saya bisa membeli minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih murah dibandingkan di warung. Selisih harga ini bisa saya gunakan untuk membeli kebutuhan lainnya,” ucap Jamilah. Dalam pelaksanaan pasar murah ini, beberapa harga yang ditawarkan antara lain beras SPHP kemasan lima kilogram (kg) seharga Rp60 ribu, minyak goreng Rp15 ribu per liter, gula pasir Rp17 ribu per kg, bawang merah Rp18 ribu per kg, bawang putih Rp35 ribu per kg, dan telur ayam Rp50 ribu per rak. Berbagai barang dengan harga terjangkau lainnya juga tersedia untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat setempat. ANTARA