PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya  saat ini tengah menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) pada Rabu, 4 September 2024, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah tercatat sangat tinggi, ditandai dengan warna merah pada peta risiko.

Kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengimbau seluruh Tim Tanggap Darurat (TRC) dan posko-posko di kelurahan untuk meningkatkan patroli di daerah rawan Karhutla. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir potensi kebakaran dan memaksimalkan upaya pencegahan.

"Kami mengimbau seluruh tim TRC dan posko di kelurahan untuk meningkatkan patroli di daerah rawan Karhutla," ujar Budi, Rabu, 4 September 2024.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini sangat mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tingkat kelembaban udara yang rendah dan angin kencang menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kebakaran.

Budi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla

--page

"Masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran. Hindari membakar sampah sembarangan dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/Y)