**Borneonews - Jakarta**, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Rabu memanggil Kemal Redindo Syahrul Putra (KRSP), putra dari mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan perangkat pemindai *x-ray* di Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, untuk tahun anggaran 2021.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyampaikan bahwa pemanggilan tersebut berlangsung di Gedung KPK Merah Putih. Namun, hingga saat ini, KPK belum memberikan informasi mengenai kehadiran KRSP dalam pemeriksaan ini, maupun hal-hal apa saja yang akan ditanyakan oleh penyidik.
Sebelumnya, KPK telah mengumumkan bahwa mereka telah memulai penyidikan terkait dugaan korupsi yang melibatkan pengadaan perangkat pemindai *x-ray*, termasuk *x-ray* statis, *mobile x-ray*, dan *x-ray* trailer atau kontainer, yang berkaitan dengan Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian untuk anggaran tahun 2021.
Tessa menjelaskan bahwa pada tanggal 12 Agustus 2024, KPK telah resmi melaksanakan penyidikan ini. Namun, pihak KPK belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai nilai proyek, jenis tindak pidana korupsi yang dilakukan, atau pasal-pasal yang diterapkan dalam kasus ini. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka.
Lebih lanjut, Tessa mengungkapkan bahwa KPK juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah keberangkatan enam warga negara Indonesia yang terlibat, dengan inisial WH, IP, MB, SUD, CS, dan RF, selama enam bulan ke depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses penyidikan, dengan pertimbangan bahwa mereka dibutuhkan untuk memberikan keterangan dan harus berada di Indonesia agar dapat dipanggil oleh penyidik.
Tessa menekankan pentingnya keterlibatan keenam individu tersebut dalam proses penyidikan agar semua prosedur hukum dapat berjalan dengan baik dan transparan.
ANTARA
KPK Panggil Putra Mantan Mentan Terkait Kasus Korupsi X-ray
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga dan Satgas Bina Marga Bersihkan Drainase Jalan P Antasari Pangkalan Bun
Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup Permanen
Hotspot Barito Timur Terus Menurun, Tiga Titik Terdeteksi di Banua Lima
Karhutla di Teluk Palinget Kapuas Dekati Kawasan Pemakaman
Protes Besar Guncang Prancis, Macron Belum Tetapkan Keadaan Darurat
Mobil Tabrak Bundaran, Kasatlantas Polres Kotim: Kurangi Kecepatan saat Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…







