JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menyampaikan bahwa penyiaran azan Magrib disertai teks berjalan bertujuan untuk mendukung jemaat Katolik yang tidak dapat hadir dalam misa di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis. Cholil menjelaskan bahwa penyampaian azan Maghrib dengan *running text* perlu dipahami dalam konteks yang relevan, yakni ketika sedang ada siaran langsung ibadah misa bagi jemaat Kristiani yang tidak memiliki kesempatan untuk ikut serta secara langsung di GBK. Sebelumnya, informasi menyebutkan bahwa Paus Fransiskus, sebagai Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, akan memimpin misa di GBK sebagai bagian dari kunjungan apostolik ke Indonesia. Misa tersebut direncanakan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, dan beberapa stasiun televisi akan menyiarkan acara tersebut secara langsung. Pada saat yang bersamaan, azan Magrib juga akan berlangsung. Dengan pertimbangan ini, Kementerian Agama mengeluarkan surat imbauan kepada Kominfo yang meminta agar penyiaran azan diubah menjadi teks berjalan selama misa berlangsung. Cholil menegaskan bahwa secara syariat, tidak ada yang dilanggar dengan kebijakan ini, karena azan sebagai ibadah tetap dapat dikumandangkan di masjid atau mushalla. "Kita dapat memahami kebijakan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah umat Kristiani," tambahnya. Dalam pandangan Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, keputusan yang diambil oleh Kementerian Agama ini menunjukkan sikap penghargaan negara terhadap umat Katolik. Pernyataan ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang menekankan bahwa Kementerian Agama bukan hanya milik umat Islam, melainkan juga untuk seluruh pemeluk agama lainnya. "Saya sangat mendukung kebijakan Kemenag kali ini yang penuh toleransi dan menghargai umat Katolik," ungkap Ulil. ANTARA