YOGYAKARTA –
**Borneonews - Bantul**, Pemerintah Kecamatan Kasihan, yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menginisiasi acara bertajuk Gelar Budaya dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Acara ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memamerkan kekayaan budaya lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. Camat Kasihan, Subarta, menyatakan bahwa acara ini bukan hanya bertujuan untuk memamerkan kekayaan budaya yang ada, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka. Kegiatan ini berlangsung di Bantul, pada hari Rabu dan dihadiri oleh berbagai pelaku seni serta pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Kasihan. Pelaksanaan Gelar Budaya dan UMKM bertepatan dengan peringatan 12 tahun pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 yang mengatur tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Subarta menjelaskan lebih lanjut bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk melindungi dan melestarikan keragaman budaya serta potensi UMKM yang ada di Kasihan. Hal ini dilakukan dalam suatu wadah yang kreatif dan inovatif tanpa mengorbankan nilai-nilai esensial yang sudah ada. Acara ini juga menjadi sarana untuk pembinaan dalam mengembangkan seni dan budaya serta UMKM yang ada di kecamatan tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor budaya dan ekonomi lokal. Bupati Bantul, Halim Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa peringatan 12 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Yogyakarta. Hal ini berkaitan dengan upaya pelestarian eksistensi DIY yang dapat terus dipelihara melalui keunggulan, keunikan, dan kekhasan budaya yang tinggi. Dia menekankan bahwa Undang-Undang Keistimewaan DIY bertujuan untuk memastikan bahwa warga Yogyakarta dapat hidup bahagia dan sejahtera sesuai dengan kebudayaan yang ada. Bupati Bantul berharap agar masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah demi menjadikan budaya keistimewaan ini berdampak positif pada kehidupan yang lebih baik, aman, serta lebih sejahtera. Lebih jauh, Bupati menambahkan bahwa kebudayaan yang telah ada di masa lalu telah membantu masyarakat Yogyakarta untuk hidup dalam harmoni dan kebersamaan. Sistem budaya yang kuat ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kejahatan dan konflik dalam masyarakat. ANTARA