JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Med. dr. Nyityasmono Tri Nugroho, SpB, Subsp.BVE(K), menekankan pentingnya penggantian Catheter Double Lumen (CDL) secara cepat akibat kondisi cuaca lembab yang prevalen di Indonesia. Menurutnya, kelembaban yang sangat tinggi, berkisar antara 90 hingga 100 persen, ditambah dengan suhu panas yang ekstrem, menyebabkan penggunaan CDL harus dilakukan dengan lebih cermat. Ia menjelaskan bahwa pengguna CDL yang aktif beraktivitas di luar ruangan perlu mengganti kateter mereka lebih sering. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kondisi di negara kita sangat berbeda dari negara lain, di mana CDL dapat bertahan hingga enam hingga delapan bulan tanpa masalah. Kendati begitu, risiko infeksi tetap mengintai jika kelembaban tinggi tersebut tidak ditangani dengan baik. Infeksi dapat terjadi akibat perpindahan kuman dari permukaan kulit masuk ke dalam aliran darah melalui lubang pada kateter, terutama pada pasien yang menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah. Gejala-gejala yang sering diidentifikasi ketika CDL mengalami masalah termasuk demam, rasa gatal, dan kemerahan pada area sekitar kateter. Menyikapi hal ini, Dr. Nugroho mengungkapkan bahwa tindakan cepat untuk menghentikan infeksi menjadi sangat krusial. Jika ada tanda-tanda seperti keluarnya nanah, kemerahan, demam, serta rasa tidak nyaman disertai dengan gatal, nyeri, atau bengkak, maka pasien sangat dianjurkan untuk segera mencari perawatan medis di rumah sakit. CDL memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah terdapatnya dua saluran terpisah yang memungkinkan pelaksanaan dua fungsi berbeda secara bersamaan. Keunggulan lainnya adalah pasien dapat memilih CDL untuk situasi medis yang memerlukan akses vaskular yang landai dan multifungsi. Dr. Nugroho juga menjelaskan bahwa CDL tersedia dalam dua sistem, yakni sistem jangka pendek dan jangka panjang. Sistem jangka pendek, atau non-tunnel, dapat dilepas setelah digunakan selama tiga minggu, sementara CDL untuk penggunaan jangka panjang dapat bertahan antara enam hingga delapan bulan. Sebagai informasi tambahan, CDL berfungsi sebagai alat bantu yang bersifat sementara. Untuk akses hemodialisis yang permanen, prosedur antara lain yang digunakan adalah ArterioVenous (AV) shunt atau fistula (AVF) dan juga AVGraft (AVG). ANTARA