BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kapuas, Vitrianson telah mengikuti Rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflansi daerah secara virtual, bertempat di ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, Jalan Pemuda km 5,5.
Rakor Minggu Ke-5 Agustus 2024, yang dipimpin oleh Kepala Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Yusharto Huntoyungo dan dihadiri oleh para narasumber baik yang mengikuti secara virtual maupun ofline, Pimpinan tinggi pratama kementerian dan lembaga, Gubernur, Bupati, Walikota se- Indonesia serta tamu undangan lainnya.
Vitrianson menyampaikan paparan atau hasil rapat ini yang disampaikan Direktur Statistik Harga, Windiharso Ponco Adi. P bahwa terkait inflansi bulan Agustus tahun 2024 mencapai minus 0,03 persen, atau terjadi deflasi dibandingkan dengan bulan Juli 2024.
Sementara itu inflansi dari tahun ke tahun sebesar 2,12 persen, angka ini lebih rendah dari bulan Juli dan bulan yang sama di tahun 2023 lalu.
Berdasarkan kelompok pengeluaran inflansi terbesar disumbangkan oleh kelompok transportasi, dimana kenaikan harga BBM menjadi penyumbang andil dalam inflansi kelompok transportasi, mencapai 0,22 persen dengan andil inflansi sebesar 0,03 persen.
--page
Lalu, kelompok pendidikan juga ikut menyumbang inflansi di bulan Agustus dengan inflasi sebesar 0,65 persen dengan andil inflansi sebesar 0,04 persen.
Komuditas-komuditas di dalam Kelompok Pendidikan di antaranya adalah naik nya tarif biaya SD ,SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi juga ikut menjadi penyumbang inflasi di bulan Agustus 2024 dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.
Selain itu juga harga emas dan perhiasan masih menyumbang inflansi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa dengan inflansi 0,50 persen dan andil sebesar 0,03 persen.
“Meskipun kelompok-kelompok ini termasuk sebagai kelompok inti dalam menyumbang Inflansi, tetapi Inflansi di bulan Agustus masih berada di bawah target tentu nya, dengan Deflasi sebesar 0,03 persen," ujarnya, Rabu, 4 September 2024.
Dirinya juga menyampaikan, jumlah kabupaten/ kota Secara Nasional yang mengalami penurunan IPH sampai dengan Minggu terakhir di bulan Agustus 2024 lebih banyak dibandingkan Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Jumlah kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH turun dari minggu sebelumnya kenaikan IPH turun dari minggu sebelumnya.
“Jika kita lihat sampai dengan minggu terakhir 2024 sebagai fraksi inflansi pangan seluruh Kabupaten/Kota di luar daerah yang disebut, juga menunjukan indikasi yang kurang lebih sama, dan perlu diwaspadai seperti kenaikan Minyak Goreng, Beras, Daging Ayam Ras, Gula Pasir Daging Sapi juga mulai sedikit bertambah dari 52 Kabupaten/Kota menjadi 56 Kabupaten/Kota," jelasnya.
Untuk Minyak Goreng yang perlu di waspadai karena kenaikan nya dari 158 Kabupaten/Kota di Minggu keempat merambah naik menjadi 185 Kabupaten/Kota yang naik harga nya di minggu terakhir di bulan Agustus, dan ini mungkin menjadi perhatian bersama. (DODI/Y)









