AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Panglima Daerah Militer XV Pattimura, Mayjend TNI Syafrial, mengingatkan jajaran dan seluruh anggotanya untuk tidak memberikan komentar mengenai pemilihan kepala daerah (pilkada) di platform media sosial. Dalam arahannya, Pangdam Syafrial mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam penggunaan media sosial. Ia menekankan agar anggota tidak mengeluarkan pendapat atau pernyataan terkait pilkada yang dapat menimbulkan kesalahpahaman atau konflik. Arahan ini disampaikannya dalam kegiatan yang dikemas melalui jam komandan, yang dihadiri oleh para pemimpin satuan secara langsung maupun daring di Ambon pada hari Rabu. Keputusan tersebut diambil Pangdam Syafrial dengan mempertimbangkan situasi politik menjelang Pilkada Maluku. Ia ingin mengantisipasi kemungkinan kerawanan yang dapat terjadi pada pelaksanaan pilkada kali ini. Pangdam menegaskan bahwa TNI harus tetap bersikap netral, tanpa terlibat secara langsung dalam mendukung salah satu pasangan calon. Ia pun meminta agar fasilitas TNI tidak digunakan dalam konteks politik. “Netralitas TNI adalah harga mati. Seluruh prajurit, terutama dari matra darat, harus menjaga netralitas, termasuk saat menggunakan media sosial,” tegas mantan Danrem 152 Baabullah tersebut. Pangdam juga menekankan pentingnya kesiapan pengamanan untuk memastikan bahwa pilkada dapat berlangsung aman dan lancar dari awal hingga akhir. Ia meminta agar para dan satuan memperhatikan situasi terkini, indeks kerawanan pilkada, serta kemungkinan perkembangan yang bisa terjadi. Selain itu, ia juga meminta untuk memperhitungkan jumlah personel yang akan diterjunkan serta langkah-langkah antisipasi yang perlu diambil. Dalam pelaksanaan Pilkada 2024 di Maluku, Kodam XV Pattimura telah menyiapkan sekitar 2.562 personel. “Kami akan menurunkan kurang lebih 1.962 personel TNI untuk mendukung pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024. Selain itu, kami juga menyediakan sekitar 600 personel cadangan yang siap digerakkan jika dibutuhkan, lengkap dengan alutsista yang diperlukan,” ungkap Pangdam. Ia juga berpesan kepada seluruh anggotanya untuk terus menjalin koordinasi yang baik dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Sinergi dengan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Pangdam menekankan pentingnya untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran dan melakukan jam komandan sebagai bentuk kepedulian serta pembinaan terhadap prajurit. ANTARA