**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berupaya untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk obat yang berasal dari bahan-bahan alami dengan menjalin kerja sama bersama Jaringan Laboratorium Uji Obat Berbasis Alam (JLPOBA). Inisiatif ini mencakup kolaborasi dengan sebuah unit di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta empat laboratorium lainnya.
Andi Rizaldi, selaku Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, mengungkapkan bahwa kerjasama ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengembangan produk obat berbasis alam yang menggunakan bahan-bahan yang dihasilkan di Indonesia. Ia menyatakan, "Kekayaan alam Indonesia, yang kaya akan keragaman dan memiliki ribuan spesies yang berpotensi dijadikan bahan obat, memberikan peluang besar dalam pengembangan obat berbasis alam."
Lebih lanjut, Rizaldi menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan Pusat Standardisasi dan Jasa Industri Kimia, Farmasi, dan Kemasan (BBSPJIKFK) kementerian dan Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional milik BPOM. Kerjasama ini juga meliputi laboratorium dari Universitas IPB, Universitas Gadjah Mada, serta laboratorium dari perusahaan swasta, yaitu PT Akurat Spekta Prima dan PT Vicmalab Indonesia.
Ia menambahkan bahwa jaringan laboratorium ini dibentuk dengan tujuan untuk mengintegrasikan kemampuan laboratorium pengujian obat berbasis alam di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengawasan produk yang beredar di masyarakat serta menyediakan platform untuk pertukaran informasi antara laboratorium pengujian.
Siti Rohmah Siregar, Kepala BBSPJIKFK, menyatakan dukungan penuh dari kantornya dan berkomitmen untuk berperan aktif dalam pelaksanaan program dan kegiatan jaringan laboratorium ini. Dengan begitu, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat-obatan lokal dapat meningkat. "Kami berharap dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri obat berbasis alam di Indonesia, sehingga produk yang dihasilkan dapat konsisten dalam memberikan efikasi, keamanan, dan kualitas yang baik," pungkasnya.
Kementerian Perindustrian mencatat bahwa industri obat berbasis alam di Indonesia telah memproduksi sebanyak 17.000 jenis obat yang tergolong sebagai obat herbal, 79 jenis obat herbal yang telah distandarisasi, serta 22 jenis fitofarmasi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat industri lokal, tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap obat-obatan yang berbasis sumber daya alam Indonesia.
ANTARA
Kementerian Perindustrian Tingkatkan Kualitas Obat Berbasis Alam di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







