JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pembentukan sebuah angkatan siber militer menjadi sangat penting bagi Indonesia dalam upaya memperkuat pertahanan negara menghadapi ancaman-ancaman non-konvensional, termasuk serangan siber. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto. Menteri Tjahjanto menjelaskan bahwa dalam konteks pertahanan dan keamanan saat ini, ketergantungan tidak lagi hanya kepada alat-alat militer konvensional seperti pesawat tempur, kapal perang, dan tank. Era modern ini membawa perubahan yang signifikan, di mana serangan dapat dilakukan melalui *cyberspace*, yang berpotensi menimbulkan peperangan siber. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kapabilitas teknologi dan informasi di dalam tubuh militer untuk dapat menangkal ancaman-ancaman siber yang datang dari aktor luar, termasuk penyebaran informasi palsu serta usaha peretasan yang menargetkan sistem strategis pemerintah. "Peperangan siber memanfaatkan informasi sebagai alat untuk membentuk opini publik. Ini menunjukkan bahwa perang di dunia maya adalah perang pikiran, yang bertujuan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat," imbuhnya. Menteri Tjahjanto juga mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (TNI) sebenarnya telah memiliki unit yang fokus pada dunia siber, namun tugas yang diberikan pada unit tersebut belum bersifat strategis dan luas. Untuk meningkatkan efektivitas, TNI dan Kementerian Pertahanan saat ini sedang berkoordinasi untuk merumuskan suatu konsep pertahanan khusus yang akan berperan penting dalam mencegah serangan siber. Pada kesempatan sebelumnya, tepatnya pada hari Selasa, 3 September, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga mengkonfirmasi bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi untuk mulai membentuk angkatan siber militer sebagai cabang keempat dari TNI. Jenderal Subiyanto menekankan bahwa unit siber ini akan memiliki perbedaan dengan unit-unit lainnya di TNI, karena akan lebih banyak merekrut tenaga sipil yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Rencana pembangunan pusat siber di markas besar TNI dan setiap cabang militer juga telah dibuat, di mana pusat-pusat tersebut akan diisi oleh personil yang merupakan lulusan sekolah menengah atas dan universitas. Dengan demikian, diharapkan kemampuan pertahanan siber Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan mampu merespon berbagai ancaman yang muncul di dunia digital. ANTARA