BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat**, Tradisi budaya *Rebo Kasan* yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Air Anyir di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menjadi momen yang signifikan dalam mempererat hubungan antarwarga. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk saling berkunjung, meskipun tahun ini dilaksanakan secara terpusat di tepi pantai. Iskandar Sidi, seorang tokoh masyarakat Desa Air Anyir, mengungkapkan bahwa meskipun acara kali ini lebih sederhana dan fokus di pinggir pantai, hal tersebut tidak mengurangi nilai dari upacara tersebut dalam memperkuat tali persaudaraan. Menurutnya, *Rebo Kasan* merupakan ritual tradisional yang diadakan sebagai upaya tolak bala serta ungkapan syukur kepada Allah SWT, untuk memohon perlindungan dan dihindarkan dari berbagai macam bahaya. Ia menyebutkan bahwa tradisi ini dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar pada tahun Hijriah. Meski diselenggarakan dengan sederhana, acara di pinggir pantai tersebut tetap memiliki makna yang dalam, sekaligus menawarkan suasana baru yang dapat memperkenalkan potensi pariwisata yang dimiliki Desa Air Anyir. Iskandar Sidi, yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Bangka, menekankan pentingnya upacara *Rebo Kasan* sebagai salah satu warisan budaya. Ia percaya bahwa generasi sekarang harus menjaga dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman. Pada acara ini, masyarakat terlihat menikmati suasana baru dan kemeriahannya dengan berbagai sajian makanan khas yang disediakan oleh warga setempat. Kehadiran tamu dari desa-desa lain juga menambah semarak perayaan *Rebo Kasan*, menunjukkan bahwa tradisi ini mampu menarik perhatian dan partisipasi dari berbagai kalangan. ANTARA