BANJARMASIN –
**Borneonews - Batulicin** Warga Kabupaten Tanah Bumbu, yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus cacar monyet, atau yang lebih dikenal dengan sebutan *Monkeypox* (Mpox). Hal ini diungkapkan oleh Dinas Kesehatan setempat sebagai langkah preventif demi menjaga kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, dr. Muhammad Yandi Noor Jaya, menginformasikan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di wilayah tersebut. Namun, ia menekankan agar masyarakat tidak menganggap enteng situasi ini. Waspada akan potensi penularan virus menjadi sangat penting. Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, bersama dengan pemangku kebijakan lainnya, telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan deteksi dini terhadap kemungkinan penyebaran penyakit ini. Mereka berkomitmen untuk memantau secara intensif laporan-laporan kasus penyakit yang dapat berpotensi memicu kejadian luar biasa. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko wabah. Selain itu, Dinas Kesehatan juga menjalin koordinasi dengan laboratorium rujukan yang memiliki fasilitas untuk melakukan pemeriksaan terkait *Monkeypox*. Ini bertujuan agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat dan efektif jika ditemukan kasus yang mencurigakan. Yandi menjelaskan bahwa pencegahan serta pengendalian penyakit *Monkeypox* dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa langkah sederhana. Masyarakat dianjurkan untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menghindari penggunaan peralatan makan yang sama dengan orang lain. Penting juga untuk tidak melakukan kontak dengan hewan liar, terutama yang diduga terinfeksi. Makanan, terutama daging, harus dimasak dengan baik hingga matang untuk mengurangi risiko penularan. Selain itu, vaksinasi cacar juga disarankan sebagai langkah pencegahan yang efektif. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan, Wenti, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Surat tersebut, yang bertanggal 20 Agustus 2024, memuat instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap *Monkeypox* di semua pintu masuk pelabuhan dan bandar udara yang melayani lalulintas domestik. Wenti juga merinci bahwa surat edaran tersebut telah diteruskan ke semua puskesmas, yang kemudian diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap virus ini. Seperti yang dijelaskan, *Monkeypox* adalah penyakit yang disebabkan oleh *Monkeypox virus* (MPXV). Meski gejalanya bisa tergolong ringan dan berlangsung antara 2 hingga 4 minggu, penyakit ini berpotensi berkembang menjadi serius yang dapat mengancam nyawa dengan tingkat fatalitas kasus sekitar 3-6 persen. Penularan *Mpox* dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh dari individu yang terinfeksi, termasuk melalui ciuman, sentuhan, maupun aktivitas seksual, baik *oral* maupun penetrasi *vaginal* ataupun *anal*. Penularan tidak langsung juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti alat-alat tidur milik pasien yang bersangkutan. ANTARA