BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Sebanyak 5.186 pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kota Tangerang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (*PPPK*) tahun 2024. Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengungkapkan rasa syukurnya karena Kota Tangerang berhasil memperoleh alokasi formasi terbanyak untuk seleksi kali ini. Dalam sambutannya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Dr. Nurdin menyatakan bahwa dari alokasi 5.186 formasi tersebut, 2.510 akan diperuntukkan bagi guru, 1.019 untuk tenaga kesehatan, dan 1.657 untuk tenaga teknis. Ia menegaskan, fokus utama Pemkot akan diberikan kepada tenaga honorer Kategori 2 (K2), yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan kota. Lebih lanjut, Dr. Nurdin menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data tenaga K2 yang bekerja di lingkungan Pemkot Tangerang. Tercatat ada 961 orang yang sebagian besar di antaranya telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun. Dengan demikian, Pemkot bertekad untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan yang adil dalam seleksi *PPPK* 2024. Ia juga mengingatkan seluruh calon peserta agar tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. “Saya tegaskan, pelaksanaan tes ini tidak dikenakan biaya. Tidak perlu mencari dukungan dari pihak lain. Hindari godaan dari oknum. Jika ada yang meminta imbalan, segera laporkan kepada panitia atau pihak berwenang,” tuturnya. Dr. Nurdin menegaskan komitmen Pemkot untuk menjaga proses seleksi yang transparan dan jujur. “Kami berupaya agar seluruh proses dilakukan dengan baik tanpa adanya praktik transaksional. Ini adalah langkah perjuangan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Tangerang menambahkan bahwa Pemkot tetap memprioritaskan tenaga K2 dalam pelaksanaan *PPPK*. Ia mengimbau agar peserta tidak tergoda oleh tawaran-tawaran tidak resmi yang dapat merugikan. “Semoga semua peserta bisa menjadi pegawai ASN Kota Tangerang. Proses seleksi ini sepenuhnya gratis, jadi jangan tergiur dengan tawaran yang menjanjikan kemudahan untuk lulus,” tutupnya. ANTARA