BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur menerjunkan pengawas dan tim monitoring untuk memantau pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Sekolah (MOS) di semua sekolah di daerah itu. Sejumlah pengawas dan tim monitoring tersebut diterjunkan untuk menghindari adanya perploncoan.
“Disdik sudah menginstruksikan kepada seluruh pengawas SMP, SMA/SMK inklud dengan tupoksinya pada hari ini (kemarin) sampai tiga hari ke depan turun ke sekolah untuk melihat sejauh mana Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 itu dilaksanakan. Harga mati kita melaksanakan Permendikbud nomor 18 ini,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Ahmad Syaifudi, Senin (18/7/2016).
Dia meyakini semua sekolah SMP, SMA dan SMK di Kotim akan menaati ketentuan menteri tersebut. Masalah inipun diakui sudah disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh kepala SMP,MTs, SMA,SMK dan MA di Kotim.
PLS yang digelar dari 18-20 Juli 2016 ini adalah pengganti MOS dan MOPD (masa orientasi peserta didik). Dengan lahirnya Permendikbud No 18/2016 ini maka seluruh Permendikbud yang dulu sudah tidak berlaku lagi.
PLS tahun ini berlangsung dengan versi baru, tanpa ada perpeloncoan, terutama kegiatan mengarah ke kekerasan fisik. Seluruh sekolah diimbau mengejar tujuan yang dicapai, salah satunya kegiatan-kegiatan wajib dan pilihan yang harus diangkat, seperti mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, mengenal cara belajar, memperkenalkan kegiatan-kegiatan mulai dari visi sekolah sampai program sekolah hingga program komite sekolah.
“Tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya peserta harus membawa properti yang aneh-aneh yang tidak ada unsur edukasinya. Mulai hari ini kita mencoba melakukan perubahan sesuai ketentuan yang diterapkan oleh menteri,” ucap Syaifudi.
Asisten I Setda Kotim Sugian Noor saat mempin upacara pembukaan PLS serentak di halaman SMA Negeri 3 Sampit mengatakan, PLS harus memberikan nilai positif terhadap siswa baru, serta menanamkan rasa bangga kepada mereka untuk mengikuti semua kegiatanyang dilaksanakan.
“PLS harus mampu melahirkan generasi muda yang unggul, mampu berkompetisi baik pada tingkat lokal nasional maupun internasional. Kegiatan ini tidak dijadikan bahan perpeloncoan atau balas dendan ataupun pungutan tapi jadikan bahan didikan karakter terhadap adik kelas,” tegasnya. (RAFIUDIN)
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Awasi Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







