**Borneonews - Surabaya**, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul berpendapat bahwa pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak diprediksi akan meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat yang lebih mengedepankan sosok figur daripada parpol dalam menentukan pilihan mereka.
Adib menekankan bahwa ada beberapa faktor kunci yang memberikan modal kuat bagi Khofifah dalam kontestasi ini. Menurutnya, dalam setiap pilkada, penilaian terhadap figur jauh lebih dominan dibandingkan dengan urusan partai politik yang mendukung calon. "Masyarakat akan menilai berdasarkan popularitas, elektabilitas, serta akseptabilitas atau penerimaan publik terhadap figur, beserta rekam jejak kinerjanya yang dikenal sebagai *track record*," ujarnya.
Dalam konteks ini, Khofifah dianggap lebih unggul dibandingkan dengan dua pesaing lainnya, Tri Rismaharini dan Luluk Nur Hamidah. Adib menilai bahwa pengalaman Khofifah yang lebih luas, termasuk perannya sebagai anggota DPR, menteri, dan gubernur, memberikan keunggulan tersendiri. "Rekam jejak yang solid ini tidak dimiliki oleh pesaing-pesaingnya, kecuali mungkin Risma yang pernah menjabat sebagai wali kota dan sekarang menjadi menteri," tambahnya.
Adib melanjutkan, jika Khofifah mampu mengoptimalkan popularitasnya dengan dukungan mesin partai yang solid, peluang kemenangan akan semakin meningkat. Jika terjadi persaingan langsung atau *head to head*, Risma memang menjadi lawan terdekat secara popularitas. Namun, kekuatan dukungan untuk calon wakil gubernur yang dimiliki Risma dinilai tidak dapat mendongkrak suara yang cukup signifikan.
"Berlainan dengan Khofifah yang didukung Emil Dardak, yang dapat menyumbangkan suara signifikan dari kalangan muda, terutama generasi Z. Sementara, dukungan untuk Risma bagi wilayah lain kemungkinan besar hanya terfokus di Arek, tempat ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya," jelasnya.
Ia juga mencatat adanya anggapan bahwa suara Nahdlatul Ulama (NU) akan terpecah, tetapi ini tidak diindikasikan akan berdampak signifikan. Menurut Adib, meskipun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki potensi untuk meraih suara pemenangan yang besar dalam Pemilu Legislatif (Pileg), situasi tersebut belum tentu sama dalam konteks pilkada.
"Ketika Pileg, caleg berjuang untuk perolehan suara mereka, yang otomatis juga menguntungkan partai. Namun, dalam pilkada situasinya berbeda," tambah Adib. Ia memprediksi bahwa hasil Pilpres sebelumnya akan memiliki *linier* yang mirip dengan pemilihan pilkada, dengan dukungan dari koalisi KIM memberi representasi bagi Khofifah sebagai Prabowo-Gibran.
Pernyataan dari Luluk terkait kekuatan suara PKB secara utuh diragukan, meski identitas politik ke-NU-an masing-masing kandidat cukup kuat. Namun, pemilih dari kalangan nahdliyin juga memiliki karakter yang rasional sehingga keputusan mereka tidak semata berdasarkan identitas.
"Ketiga kandidat memiliki identitas politik yang cukup kuat, tetapi masyarakat Nahdlatul Ulama juga termasuk pemilih yang rasional. Keunggulan Khofifah sebagai petahana semakin menguntungkan, berkat terwujudnya visi misi yang realistis untuk masyarakat Jawa Timur," pungkasnya.
Adib juga menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi Khofifah hanya datang dari Risma, tetapi itu pun dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, popularitas Risma yang terfokus di wilayah Arek tak memberikan dampak yang signifikan tanpa dukungan suara dari calon wakilnya, Emil Dardak.
ANTARA
Prediksi Kemenangan Khofifah di Pilkada Jatim, Dukungan Figur Mendasar
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Komentar (0)
Memuat komentar…







