BANTEN –
**Borneonews - Lebak**, Seiring dengan memasuki periode kemarau yang berkepanjangan, sejumlah warga di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah mulai mencari air bersih ke kawasan hutan. Fenomena ini terjadi sejak dua minggu terakhir dan dipicu oleh kekeringan yang melanda daerah tersebut. Ahmad, seorang penduduk berusia 50 tahun dari Kecamatan Cikulur, menjelaskan bahwa mereka terpaksa melakukan perjalanan sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air bersih dari sumur yang berada di dalam hutan. "Kami rela menempuh jarak itu demi mendapatkan air untuk keperluan konsumsi dan mencuci," katanya saat ditemui. Curah hujan yang minim dalam tiga bulan terakhir menjadi penyebab utama krisis air bersih di daerah tersebut, mengakibatkan sumur dan pompa jet yang dimiliki masyarakat mengalami kekeringan. Warga di Desa Suka Rendan dan Desa Parage, yang juga berada di Kecamatan Cikulur, menjadi salah satu yang paling terdampak. Mereka harus mencari sumber air dari sumur yang berada di kawasan hutan. Senada dengan Ahmad, Wahid, seorang warga lainnya berusia 45 tahun, menambahkan bahwa mereka kadang harus antri untuk dapat mengambil air dari mata air atau sumur yang ada di hutan. "Kondisi ini membuat kami harus lebih bersabar, karena pasokan air semakin sulit ditemukan," ungkapnya. Di sisi lain, sebagian warga Desa Parage mendapatkan pasokan air bersih dari relawan Tagana Lebak. Ini menjadi solusi sementara mengingat kondisi sumur di rumah mereka tidak bisa diandalkan lagi. "Kami sudah melakukan pencarian air bersih ke hutan selama dua minggu ini karena sumur di rumah sudah kering," imbuh Wahid. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Agust Riza Faizal, mengungkapkan bahwa beberapa kecamatan telah mengajukan permohonan untuk pasokan air bersih akibat dampak musim kemarau yang telah berkepanjangan ini. "Kami berharap dalam waktu dekat, pasokan air bersih dapat segera didistribusikan ke desa-desa yang terdampak kekeringan, meskipun saat ini ada tiga unit kendaraan tangki air yang masih dalam proses perbaikan," jelas Agust. ANTARA