**Borneonews - Pontianak**, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan urgensi langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit tidak menular di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Pontianak International Health Conference ke-4 yang diselenggarakan di Aula Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan di Pontianak.
Dalam sambutannya, Harisson menyatakan bahwa penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, kini menjadi ancaman bukan hanya secara lokal, tetapi juga di tingkat nasional. Perubahan kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti tinggi konsumsi gula serta minimnya aktivitas fisik, turut menyebabkan lonjakan kasus penyakit tersebut, khususnya di kalangan generasi muda.
Gubernur juga menggarisbawahi dampak negatif dari gaya hidup yang tidak sehat, termasuk kecenderungan generasi muda untuk menghabiskan waktu di kafe, yang berpotensi meningkatkan jumlah pasien diabetes dan penyakit tidak menular di usia muda.
Lebih lanjut, Harisson mengidentifikasi tantangan dalam pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular di daerah Kalimantan Barat. Ia mencatat bahwa hampir 80 persen wilayah Kalbar termasuk ke dalam kategori daerah terpencil, yang sering kali hanya dihuni oleh segelintir kepala keluarga. Kondisi ini menyebabkan kesulitan bagi pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang cukup kepada masyarakat.
Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, diperparah oleh kurangnya tenaga kesehatan, menambah kompleksitas pelaksanaan program kesehatan. Oleh karena itu, Harisson menyerukan perlunya kerja sama semua pihak untuk memperkuat pencegahan penyakit tidak menular melalui pendekatan pendidikan, kampanye gaya hidup sehat, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan.
Harisson mengajak seluruh elemen, dari tenaga kesehatan, akademisi, hingga masyarakat umum, untuk bersinergi dalam usaha pencegahan penyakit tidak menular. Ia berharap konferensi ini dapat berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan serta inovasi yang bisa diterapkan di Kalimantan Barat, dengan tujuan membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan tangguh.
"Kita perlu menggerakkan upaya ini dari level paling mendasar, yaitu keluarga dan lingkungan sekitar, untuk mengadopsi pola hidup sehat. Selain itu, peningkatan edukasi dan kesadaran tentang bahaya penyakit tidak menular harus terus didorong," jelasnya.
Melalui konferensi ini, diharapkan dapat ditemukan solusi praktis dan inovatif yang dapat langsung diterapkan di Kalimantan Barat, khususnya dalam mengatasi tantangan penyakit tidak menular. Dengan dukungan beragam pihak, masyarakat di Kalbar diharapkan dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit tidak menular.
ANTARA
Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Kalimantan Barat
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







